Penghuni Rutan Protes dengan Analogi Dirjen Pemasyarakatan

Mewan Haqulana , Okezone · Minggu 13 September 2015 03:22 WIB
https: img.okezone.com content 2015 09 13 340 1213192 penghuni-rutan-protes-dengan-analogi-dirjen-pemasyarakatan-v0DMaGKkol.jpg Ilustrasi Rutan (Foto: Okezone)

BANYUASIN - Pernyataan Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham yang menyamakan Rumah Tahanan seperti toilet, menuai kritik di kalangan penghuni Rutan.

"Kalau Rutan seperti toilet, lantas kami ini seperti apa," gurau AG salah seorang tahanan usai peresmian Lapas Narkotika Kelas III Palembang, Sabtu (12/9/2015).

Pada prinsipnya, para nara pidana itu menyadari kalau perbuatan masa lalunya kurang baik. Tapi, mereka kurang nyaman kalau lembaga pemasyarakatan tempat mereka menjalani pembinaan disamakan dengan toilet.

"Cobalah pakai analogi yang lain, jangan toilet," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemnkumham) I Wayan Kusmiantha Dusak dalam sambutan resminya mengatakan, ruma tahanan ini ibarat toilet yang berada di sebuah rumah.

Mesti telah diberi karbol dan pengharum ruangan, pasti akan menimbulkan bau tak sedap dan banyak bakteri, karena selalu dikencingi.

"Begitu juga dengan Rutan kalau di dalamnya ada narapida narkoba, penyalahgunaan dan peredaran narkoba sangat berpotensi besar di Rutan tersebut," jelas Wayan.

Dia juga mengakui perlu bekerja ekstra untuk memerangi dan mencegah peredaran narkoba. Barangnya yang kecil sangat mudah berpindah tangan. "Analoginya, imigran gelap saja dengan mudah masuk ke Indonesia. Itu manusia yang jelas-jelas terlihat, apalagi narkoba yang kecil ini," ungkapnya.

Untuk pengawasan di Lapas Dusak, ia menilai jumlah personil tergolong sedikit, sementara para narapidana semakin banyak. Ke depan pihaknya akan menerapkan sistem komputerisasi atau IT, untuk penjagaan dan pembinaan.

"2016 nanti Lapas berbasis IT akan dilaunching," pungkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini