nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ortu Korban Dimintai Kronologi Tewasnya Mahasiswa Unisba

Tri Ispranoto, Jurnalis · Senin 14 September 2015 22:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 09 14 525 1214194 ortu-korban-dimintai-kronologi-tewasnya-mahasiswa-unisba-DBVjEfAsMT.jpg Orangtua Novaldy Pahlevi Munggaran (Foto: Tri Ispranoto/Okezone)

BANDUNG - Orangtua Novaldy Pahlevi Munggaran (21), Ahmad Danal Ruseno (45), menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan pembunuhan yang dilakukan oleh seorang pengemudi mobil Grand Vitara, Rimau S Alqara, pada Rabu, 24 Juni 2015 lalu.

"Ini pemeriksaan pertama setelah kasus yang kami laporkan ke Polda Jabar dilimpahkan ke Polrestabes Bandung," tutur Danal usai menjalani pemeriksaan di Gedung Satreskrim Polrestabes Bandung, Senin (14/9/2015).

Dalam pemeriksaan tersebut Danal dimintai keterangannya terkait kronologi yang mengakibatkan anak pertamanya itu meninggal dunia. Selain itu, saat pemeriksaan berlangsung, Danal juga menyerahkan beberapa barang bukti yang mendukung kasus tersebut.

Danal mengatakan penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap 14 orang saksi yang di antaranya adalah teman-teman Novaldy dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi saat kejadian tersebut berlangsung.

"Kami pihak keluarga ingin secepatnya kasus ini terungkap kebenarannya, dan keadilan harus ditegakan. Karena satu sisi kami juga kasihan dengan teman almarhum yang tiba-tiba menjadi terdakwa, dan kini depresi," katanya.

Seperti diketahui kasus bermula saat Novaldy yang merupakan Mahasiswa Unisba (Universitas Islam Bandung) jurusan Hukum itu, berboncengan tiga orang dengan AS (17) dan Dedi Yusuf menggunakan motor Yamaha Fino, mengejar mobil Grand Vitara yang dikemudikan oleh Rimau seorang diri.

Saat pengejaran, mobil Rimau dilempar batu oleh‎ Novaldy dan Dedi hingga mengenai bagian kaca pengemudi dan kap mesin depan.

Sesaat kemudian, mobil tersebut menabrak motor hingga menyebabkan ketiganya terpental tepatnya di depan Pos Polisi Trans Studio Mal. Akibat kejadian itu Novaldy meninggal dunia dan Dedi mengalami luka parah dan amnesia.

Usai kejadian Rimau sempat melaporkan kejadian tersebut ke ‎Polsekta Lengkong dengan terlapor Novaldy dan kedua temannya atas tuduhan perusakan mobil.

Singkat cerita kasus tersebut pun berkembang hingga akhirnya penyidik Satlantas Polrestabes Bandung menetapkan AS sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan tunggal.

Pihak keluarga Novaldy merasa janggal lantaran AS yang tak lain temannya sendiri, tiba-tiba menjadi tersangka. Karena kejanggalan tersebut pihak keluarga langsung membuat laporan ke Polda Jabar pada 11 Agustus lalu dengan nomor laporan LP.B/622/VIII/2015.

Dalam laporan tersebut pihak keluarga melaporkan Rimau dengan Pasal 338 KUHPidana karena telah menghilangkan nyawa anaknya dengan cara menabrakan mobil ke bagian belakang motor.

Saat ini kasus tersebut telah dilimpahkan ke Satreskrim Polrestabes Bandung sejak 5 September lalu, dan disidik oleh Unit V Ranmor.

Sementara AS yang telah ditetapkan sebagai tersangka kini masih menjalani proses peradilan di Pengadilan Anak Negeri Bandung dengan dakwaan melanggar Pasal 310 ayat (4) UU No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini