nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saksi Ahli Diajukan Terkait Dugaan Pembunuhan Mahasiswa Unisba

Tri Ispranoto, Jurnalis · Senin 14 September 2015 22:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 09 14 525 1214195 saksi-ahli-diajukan-terkait-dugaan-pembunuhan-mahasiswa-unisba-x5y7D7PEsr.jpg Keluarga Novaldy Pahlevi Munggaran (Foto: Tri Ispranoto/Okezone)

BANDUNG - ‎Pihak keluarga kasus dugaan pembunuhan yang menimpa Novaldy Pahlevi Munggaran, mahasiswa Universitas Islam Bandung (Unisba) pada 24 Juni lalu bakal mengajukan saksi ahli untuk mengungkap perkara pidana dalam kasus tersebut.

Kuasa hukum keluarga Novaldy, Sonny M Kamal‎, mengatakan, saksi ahli akan dihadirkan untuk memberikan keterangan terkait pasal yang akan diterapkan kepada pelaku penabrakan.

"Saat ini masih diterapkan Pasal 338 KUHPidana mengenai menghilangkan nyawa orang, juga junto Pasal 311 ayat (5) UU No 22 tahun 2009 mengenai berkendara yang membahayakan hingga sengaja menghilangkan nyawa orang," beber Sonny, Senin (14/9/2015).

Sonny berharap pihak penyidik bisa menelusuri track record terlapor, Rimau S Alqara, agar tidak ada kesalahan yang menyebabkan kerugian seperti kasus kecelakaan tunggal yang menyeret AS (17) yang tak lain teman korban sendiri.

Saat ini, kata Sonny, penyidik masih akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dari teman Novaldy dan juga‎ masyarakat yang berada di lokasi saat kejadian tersebut berlangsung. Selain itu penyidik juga masih berusaha mengumpulkan beberapa barang bukti pelengkap.

"Yang saya pegang perkataan penyidik yaitu akan bertindak objektif tanpa memihak kepada pihak mana pun," tuturnya.

Sementara itu Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP M Ngajib, mengaku masih mendalami kasus tersebut. Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi dari keluarga korban.

"Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Saat ini masih keluarga pelapor yang dimintai keterangannya, selanjutnya kami akan memanggil teman-teman termasuk terlapor untuk dimintai keterangannya," tukas Ngajib.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini