Minta Pijat, Lansia Tewas di Salon

Rabu 16 September 2015 17:14 WIB
https: img.okezone.com content 2015 09 16 510 1215390 minta-pijat-lansia-tewas-di-salon-3UlW3cluWq.jpg Foto: Ilustrasi

SLEMAN - Seorang kakek lanjut usia (Lansia) tewas saat menjalani pemijatan oleh terapis salon yang berlokasi di Jalan Gito Gati Ruko 10 Donoharjo, Ngaglik, Sleman, Rabu (16/9/2015) siang. Diketahui lansia tersebut berinisial WG (71) warga Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.

Petugas Dokkes Polda DIY bersama tim identifikasi Polres Sleman melakukan olah tempat kejadian perkara di dalam bilik berukuran 1,5 x 2,5 meter. Salon itu memiliki tiga bilik permanen yang disekat dengan papan kayu bercat hijau daun.

Di tiap bilik, terdapat kasur busa berukuran kecil yang posisinya berada di bawah lantai. Di kasur itulah korban ditemukan meninggal dunia. Sebelumnya, korban datang ke salon dengan berjalan kaki. Ia tiba sekira pukul 11.00 WIB dan langsung masuk ke dalam bilik. Sebelum dipijat, korban sempat masuk ke kamar mandi.

"Di kamar mandi itu sepertinya bagian bawahnya diolesi minyak, tapi saya tidak tahu itu minyak apa," ungkap Rini, terapis salon tersebut di lokasi, Rabu (16/9/2015).

Rini mengatakan, dirinya yang melayani korban saat meminta dipijat. Bahkan, korban menunggunya beberapa menit saat dirinya belum datang.

Saat mulai dipijat, korban sempat membuka pakaiannya. Tetapi, dia menyarankan agar tidak perlu membuka baju dengan alasan pemijatan bisa dilakukan walaupun berpakaian.

Korban tetap menginginkan bajunya dibuka, maka Rini pun tak bisa mencegahnya. "Saya tanya, arep ngopo to (mau apa ya), Mbah, kok dibuka? Lah, pijat nek ra dibuka yo ra penak (lah, kalau pijat tapi tidak dibuka, ya tidak enak)," ucap Rini saat menirukan pembicaraan dengan korban.

Pemijatan yang disertai dengan kerokan baru berjalan sekira 15 menit. Namun, tiba-tiba korban berbalik menelentangkan badannya. Tak lama setelah itu, korban tiba-tiba meninggal dunia. Rini pun panik dan meminta bantuan teman-temannya di salon serta warga sekitar lokasi.

"Sempat nggelebak dua kali setelah itu lalu sudah tidak ada (nyawanya), saya panik," kata wanita yang baru dua pekan bekerja sebagai terapis di tempat tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Ngaglik AKP Alexander Putra menegaskan, hasil pemeriksaan dokter menyebutkan bahwa korban meninggal karena sakit jantung. Di sekitar TKP, kata dia, pihaknya menemukan beberapa obat seperti obat batuk, obat flu, serta salah satu jenis obat kuat yaitu srongpas ginseng.

"Tapi semua obat itu masih utuh, belum dikonsumsi. Kami bawa ke Polsek untuk barang bukti," terang dia.

Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa ke RSUP Sardjito. Pihaknya memeriksa sejumlah saksi terutama karyawan salon serta terapis yang melayani korban.

"Dugaan kami karena serangan jantung," ucapnya.

(Fal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini