nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Juara Umum Olimpiade Kebumian di Brasil

Neneng Zubaidah, Jurnalis · Selasa 22 September 2015 19:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 09 22 65 1219162 indonesia-juara-umum-olimpiade-kebumian-di-brasil-qHcynqU0gQ.jpg

TANGERANG - Indonesia berhasil menjadi juara umum di ajang International Earth Science Olympiad (IESO) 2015 di Brasil. Empat pelajar SMA meraih empat medali di olimpiade bergengsi ini.

Direktur Pembelajaran SMA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Purwadi Sutanto mengatakan, tim terdiri dari Abdel Hafiz siswa dari SMA 1 Padang yang memperoleh emas, Jason Hartanto (SMA 1 Sidoarjo) meraih perak, Nanda Adi Kurniawan (SMA 3 Malang) peraih perak dan Ryan Setiabudi (SMA 2 Purwokerto) peraih perunggu. "Indonesia memperoleh trophy juara umum ketiga setelah Taiwan dan Korea," katanya usai menjemput tim pemenang di Bandara Soekarno Hatta (22/9/2015).

Purwadi menjelaskan, raihan medali ini menjadi suatu kebanggan karena Indonesia baru pertama kali mengikuti IESO. Terlebih pesaing dari olimpiade ini ialah pelajar negara maju dari Eropa dan Asia. IESO kesembilan yang berlangsung di Pocos de Caldas, Brasil pada 13-20 September ini diikuti oleh 23 negara. Tim dari Indonesia, ujarnya, direkrut dari para pemenang Olimpiade Sains Nasional (OSN).

Purwadi menjelaskan, Kemendikbud akan memberikan beasiswa hingga Strata 3 (S3) bagi peraih emas, beasiswa hingga S2 bagi peraih perak dan beasiswa S1 bagu peraih perunggu. "Kita memang patut memberikan apresiasi karena dari 4,3 juta siswa SMA keempat pelajar ini berhasil mengharumkan nama bangsa di olimpiade internasional. Mereka akan kami biayai kuliah dimanapun mereka mau," terangnya.

Purwadi mengatakan, tahun depan IESO akan berlangsung di Prefektur Mie, Jepang bagian tengah. Dia sangat berharap medali lebih banyak diraih tahun depan. Caranya dengan melibatkan publik seperti perguruan tinggi ataupun swadaya masyarakat untuk menyiapkan para pelajar mengikuti kompetisi internasional. Dia mengatakan, keberhasilan di IESO ini membuktikan bahwa kompetensi para pelajar Indonesia tidak kalah dibanding negara maju lainnya.

Peraih medali emas Abdel Hafiz menjelaskan, ada tes teori dan praktek yang diuji di IESO. Untuk tes teori peserta diuji dengan 67 soal dibidang geologi dan geofisika, meteorologi, oseanografi, hidrologi dan astronomi. Begitu pula di tes praktek juga diuji dengan lima bidang kebumian itu. "Saya kesulitan di tes teorinya karena soalnya tidak saya ekspektasikan sebelumnya. Tes tulis banyak menuntut nalar dan hafalan yang menyulitkan saya," katanya.

Anak ketiga dari empat bersaudara ini mengatakan, lawan tersulit ialah pelajar dari Taiwan dan Korea. Namun dia sangat optimis mengikuti kejuaraan ini karena sudah ditempa selama sebulan oleh beberapa pembina. Seperti Zadrach L Dupe dari Meteorologi ITB, Salahuddin Husein dari Teknik Geologi UGM dan Ikbal Afriyanto dari Astronomi ITB.

Dia mengaku, materi ujian memang belum diajarkan di sekolah. Maka dia mengasah pengetahuannya melalui internet, dialog dengan pembina dan buku bacaan. Abdel mengaku, tertarik dengan ilmu geologi secara tidak sengaja. Pada saat penjurusan minat di kelas satu dia memilih jurusan komputer namun ternyata jurusan itu membosankan. "Lalu akhirnya saya beralih ke geologi untuk mengisi waktu luang," ungkapnya.

Abdel yang sudah diterima di tehnik geologi UGM ini berpesan kepada seluruh pelajar, geluti bidang ilmu pengetahuan yang disukai. Sebab jika minat itu dipelajari dengan sungguh-sungguh maka kompetisi internasional seberat apapun akan mampu dilewati dengan baik.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini