Share

Pengadilan Militer Menanti Dua Prajurit Perampok Uang Rp4,8 M

Mustholih, Okezone · Kamis 01 Oktober 2015 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2015 10 01 512 1224498 pengadilan-militer-menanti-dua-prajurit-perampok-uang-rp4-8-m-PaDPfdxFBY.jpg Ilustrasi. Dok Okezone

SEMARANG - Kepala Penerangan Kodam IV /Diponegoro, Kolonel Infanteri Zainul Bahar menyatakan dua anggota Tentara Nasional Indonesia, Sersan Satu Isack dan Sersan Satu Sutrisna, bakal diadili di Pengadilan Militer.

Kedua anggota itu ditangkap Kepolisian Daerah Jawa Tengah karena bersama anggota Brigade Mobil, Brigadir Supriyanto, turut merampok uang Rp 4,8 miliar milik PT Advantage. "Mereka akan disidang dalam Pengadilan Militer," kata Bahar di Polda Jawa Tengah, Semarang, Kamis (1/10/2015).

Saat ini, kata Bahar, kedua anggota dari Detasemen Intel Kodam IV Diponegoro tersebut sedang menjalani pemeriksaan di kesatuannya. Dia menegaskan ada sanksi tegas yang menunggu Isack dan Supriyanto.

Isack ditangkap hari ini di Kota Semarang, sedangkan Sutrisna ditangkap di Bandungan, Kabupaten Semarang. Adapun Supriyanto ditangkap di Yogyakarta.

Meski mengadakan kejahatan serupa, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Aloysius Liliek Darmanto, menyatakan ketiga tersangka diperiksa di dua tempat berbeda. Liliek menyatakan Supriyanto diperiksa di Polda Jateng. "Sedangkan dua oknum TNI yang ikut terlibat saat ini diperiksa di Det Intel Kodam IV /Diponegoro," terang Liliek yang berdiri di samping Bahar.

Aksi perampokan Supriyanto, Isack, dan Sutrisna terjadi pada Senin malam, 28 September di Desa Kwagean, Tengaran, Kabupaten Semarang. Kronologis kejadian dimulai saat Supriyanto bersama dua karyawan PT Advantage, Frendy, dan Tri Ivan pergi dari Semarang berangkat Semarang ke Solo. PT Advantage merupakan perusahaan jasa angkut uang yang menggunakan tenaga Supriyanto sebagai pengawal.

Mereka sampai di Solo pukul 10.00 WIB dan segera mengambil uang dari beberapa tempat, antara lain, TimeZone, Lottemart, Centro & Starbuck, Trihamas Finance, CIMB Niaga, dan Bank Permata. Selesai menuntaskan pekerjaan, tiga orang itu pergi ke kantor PT Advantage cabang Solo.

Dari kantor PT Advantage cabang Solo, tiga orang ini kemudian pulang ke Semarang. Namun, di Boyolali mereka singgah ke rumah Ngatimin karena Frendy mau menagih hutang senilai Rp 3,5 juta.

Singkat cerita, di Boyolali aksi penyekapan terjadi. teman Supriyanto dari TNI, Isack dan Sutrisna ternyata sudah menunggu. Mereka lalu menguras semua uang ke dalam Avanza yang dibawa Isack dan Sutrisna.

Menurut Liliek, Supriyanto dan kawan-kawan berhasil membawa membawa kabur uang sejumlah Rp 5,7 miliar. "Tapi itu berdasarkan keterangan pemilik. Setelah dihitung kita sekarang uang itu Rp 4,883 miliar ditambah satu unit Kawasaki Ninja," ungkap Lililek.

Liliek menambahkan uang hasil rampokan dibagi tiga di Colomadu, Solo, dengan Supriyanto mendapat jatah paling besar. "Isack Rp 1,3 miliar, Supriyanto Rp 2,523 miliar, dan Sutrisna Rp 1,0850 miliar yang termasuk untuk membeli Kawasaki Ninja," terang Liliek.

Dari Colomadu, kata Liliek mereka berpencar dengan membawa bagian masing-masinh. Isack pergi ke Kota Semarang, Sutrisna ke wilayah Bandungan, Kabupaten Semarang, sedangkan Supriyanto pergi ke Yogyakarta. "Supriyanto bawa Rp 800 juta. Sisanya ditinggal di Colomadu," ungkap Liliek.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini