Anggota Babinsa Temukan Makam Zaman Kerajaan Riau Lingga

Jum'at 02 Oktober 2015 11:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 10 02 340 1224828 anggota-babinsa-temukan-makam-kerajan-riau-lingga-sH9JyQncEm.jpg Warga gotong royong bersihkan makam yang diduga sudah ada sejak zaman Kerajaan Riau Lingga (Foto: Haluankepri)

LINGGA - Anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) menemukan komplek pemakaman yang diperkirakan telah ada sejak zaman Kerajaan Riau Lingga. Lokasinya tidak jauh dari Situs Wisata Meriam Tegak di sekitar objek Wisata Desa Batu Berdaun, pada Kamis 1 Oktober 2015.

Makam tersebut diduga sebagai makam zaman kerajaan Riau Lingga karena bentuk batu nisan di makam itu serupa  dengan yang ada di Makam merah Istana Damnah. Bedanya, pada beberapa batu di nisan di sini tersusun rapi dan tidak hancur.

Selain itu, tembok yang mengelilingi pemakaman terbuat dari bahan-bahan mirip dengan tembok di Istana Damnah juga memperkuat dugaan bahwa makam merupakan peninggalan zaman kerajaan Riau Lingga. 

Terkait penemuan itu, Danramil 04 Dabosingkep Lettu Rusdianto mengatakan usai ditemukan oleh anggota Babinsa desa setempat, para warga membersihkan area pemakaman karena makam itu memiliki nilai historis perjuangan kerajaan melayu.

Nantinya, kata dia, pemerintah setempat bisa mengkaji keberadaan makam tersebut untuk menelusuri lebih jauh keterkaitan antar makam meriam tegak dengan beberapa situs lainnya.

"Kami hanya gotong royong dan membersihkan lokasi ini, mungkin nanti penemuan ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah untuk dikembangkan menjadi daerah wisata," katanya.

Salah satu penulis sejarah dan juga pencipta kamus cakap melayu, Encik Samsul Hendry mengatakan, sejarah mengenai situs meriam tegak dan pemakaman yang baru ditemukan tersebut memang belum ada yang mampu mengungkap secara jelas dan detail.

"Mudah-mudahan pemakaman ini menjadi salah satu petunjuk tentang sejarah meriam tegak dan beberapa tangga seperti bangunan, yang ada di Desa Batu Berdaun ini sehingga menjadi objek wisata baru," ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam cerita masyarakat di sekitar meriam di jelaskan bahwa saat itu ada seorang putri yang marah terhadap seorang pangeran raja. "Putri itu mengatakan, 'Kalau kau bisa mencabut meriam ini, baru kau bisa melawan aku,' itulah kira-kira ungkapan yang disampaikan sang putri kepada pangeran," tuturnya.

Setelah meriam tersebut tertanam tegak di tanah namun hingga saat ini tidak satupun warga masyarakat yang bisa mencabut meriam tersebut. Bahkan pemerintah Daerah Kabupaten Lingga pernah mengerahkan alat berat untuk memindahkan situs tersebut, tetapi tidak pernah berhasil. Berdasarkan kesepakatan pemerintah setempat, akhirnya situs tersebut tetap dilestarikan.

Dengan ditemukannya pemakaman itu, kata dia, diharapkan mampu mengungkap sejarah situs meriam tegak. Sehingga, dapat dijadikan situs sejarah yang bernilai.

(Fal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini