nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

ISIS Potong Jari Anak karena Menolak Pindah Agama

Emirald Julio, Jurnalis · Selasa 06 Oktober 2015 18:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 10 06 18 1227233 isis-potong-jari-anak-karena-menolak-pindah-agama-rjBo9trbvA.jpg Pemenggalan warga Suriah yang beragama Kristen karena menolak pindah ke Islam (Foto: Daily Mail)

ALEPPO – Kelompok militan ISIS memotong jari anak laki-laki berusia 12 tahun sebagai ancaman karena warga Suriah yang beragama Kristen menolak pindah agama ke Islam. Ketika sudah memotong jari, ISIS kembali memerintahkan mereka untuk pindah agama. Namun, anak laki-laki dan para warga tersebut masih menolak hingga akhirnya mereka dieksekusi mati.

Anak laki-laki yang tidak disebutkan namanya tersebut dipotong jarinya karena ia adalah anak dari pimpinan misionaris Kristen yang bersama kelompoknya menolak untuk berpindah agama.

Sebagaimana dilaporkan Daily Mail, Selasa (6/10/2015), salah satu perempuan berteriak “Yesus” sesaat sebelum dirinya dan warga lain dipenggal kepalanya oleh kelompok militan ini. Christian Aid Mission, kelompok yang bergerak di bidang kemanusiaan khusus untuk membantu warga yang beragama Kristen, melaporkan pembunuhan mengerikan ini terjadi pada 28 Agustus 2015 di sebuah desa wilayah Aleppo, Suriah.

Para misionaris yang tidak ditangkap mengatakan, pada 28 Agustus, militan ISIS menanyakan kepada tiga misionaris tersebut apakah mereka pernah beragama Islam sebelum menjadi Kristen. Lalu ketika para misionaris tersebut mengatakan “iya”, ISIS kembali menanyakan apakah mereka ingin kembali ke Islam.

Ketika mereka menolak, militan radikal ini langsung memotong jari anak tersebut dan terus memukulinya. Sambil dipukuli, ISIS mengatakan kepada ayah anak itu akan berhenti menyiksanya jika mereka kembali ke Islam.

Ketika pimpinan dari misionaris tersebut menolak, anggota ISIS langsung menyiksa dan dua misionaris lain, ketika sudah tidak berdaya, ketiga misionaris tersebut dana anak tersebut di salib. Sisanya dipenggal kepalanya dan ditempelkan tulisan “kafir”.

Pada hari yang sama delapan warga Suriah yang beragama Kristen di desa yang sama termasuk dua perempuan, dibawa ke lokasi yang sama dan diberikan pertanyaan yang sama. Dua perempuan dengan usia 29 dan 33 tahun dilaporkan diperkosa terlebih dahulu di depan semua orang dan anggota ISIS lainnya sebelum bersama delapan orang lainnya dipenggal.

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini