nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sarjana Ini Sebut Nabi Muhammad Kesurupan

Mustholih, Jurnalis · Senin 12 Oktober 2015 16:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 10 12 512 1230528 pria-ini-sebut-nabi-muhammad-kesurupan-IgGcRHYs5N.jpg Buku karangan Ahmad Fauzi (foto: Twitter)
SEMARANG - Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah melaporkan Ahmad Fauzi, penulis buku "Tragedi Incest Adam dan Hawa & Nabi Kriminal" ke Mapolda Jawa Tengah.

Ketua Tim Advokasi FPI Jateng, Zainal Abidin Petir, menilai lewat buku tersebut, Ahmad Fauzi sudah melakukan pembelokan ajaran agama. "Esensinya melakukan pembelokan ajaran Islam, sejak awal," kata dia saat dihubungi di Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/10/2015).

Dia melaporkan Ahmad Fauzi pada Jumat pekan lalu dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Menurutnya, selain menulis buku yang berisi pelecehan terhadap agama, Ahmad Fauzi diduga melakukan penghinaan agama di jejaring sosial Facebook dan Twitter."Kami sudah bikin laporan ke Polda, unsur pidana terpenuhi. Laporan diterima," terangnya.

Atas buku Adam dan Hawa yang sudah beredar, Zainal Petir meminta untuk segera ditarik. "Itu jelas dicabut dan kami menyesalkan. Tidak hanya dicabut tapi juga diungkap aktor pembuat buku. Siapa yang mencetak, mendanai buku itu. Itu bisa dijerat UU ITE," tegasnya.

Ahmad Fauzi merupakan alumni mahasiswa Universitas Islam Negeri Walisongo angkatan 1999 dan lulus pada 2005. Dia mengaku memang menulis status di Facebook dan Twitter penggalan-penggalan kalimat dari buku Adam dan Hawa. "Itu semacam ringkasan statemen-statemen dari buku saya," ungkap Fauzi saat dihubungi terpisah.

Fauzi menyatakan dalam buku karangannya, ia menulis antara lain, Nabi Muhammad mendapat wahyu melalui proses kesurupan. "Ternyata ada ayat dalam Surat Assyu'ara ayat 193 yang menyatakan Nazala bihi ruhul aminu ala qalbika li takuna minal mundhirin. Ruhul amin atau roh terpercaya masuk ke dalam diri nabi. Jadi dalam proses pewahyuan nabi kerasukan roh," tegas Ahmad Fauzi yang menyatakan dalam masyarakat primitif orang yang dimasuki roh adalah orang kesurupan.

Dia meminta FPI menunjukkan bukti statemen di mana melakukan pembelokan akidah. "Saya menulis itu ada argumentasinya, ada pemikirannya, ada literaturnya. Jadi tidak asal mengotori. Memang saya menggunakan juga bahasa 'nabi kriminal'," ungkapnya.

Meski demikian, Fauzi mengaku siap diperiksa Polda Jawa Tengah. "Ya, saya berusaha menghadapi sekuat saja," tegasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini