Pembakaran Gereja di Aceh Bentuk Pengkhianatan Terhadap Pancasila

Nurul Arifin, Okezone · Rabu 14 Oktober 2015 11:40 WIB
https: img.okezone.com content 2015 10 14 519 1231612 pembakaran-gereja-di-aceh-bentuk-pengkhianatan-terhadap-pancasila-IUCCd7fD5d.jpg Bentrokan di Aceh (Foto: Ilustrasi)
SURABAYA - Kekerasan yang mengatasnamakan agama kembali terjadi di Indonesia. Kali ini terjadi di Desa Dangguran, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, NAD. Di kota berjuluk Serambi Makkah itu terjadi aksi pembakaran dan pengerusakan Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI).

Kecaman pun terlontar dari berbagai pihak dan salah satunya dari Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) Jawa Timur. Menurut Koordinator Presedium JIAD Jatim Aan Anshori mengatakan, pembakaran rumah ibadah sangat menodai keberagaman di Indonesia serta bentuk pengkhianatan serius.

"Pembakaran rumah ibadah merupakan pengkhianatan serius terhadap ajaran Islam dan Pancasila serta mengancam keberagaman di Indonesia," kata Aan kepada Okezone, Rabu (14/10/2015).

Aan menjelaskan, kawasan Aceh Singkil merupakan bagian dari NKRI, sehingga semua pihak harusnya patuh dan tunduk kepada konstitusi. Dengan kejadian itu, pemerintah perlu memastikan jaminan kemerdekaan berkeyakinan di wilayah tersebut.

Menurut Aan, praktik kekerasan terhadap kelompok minoritas di Aceh Singkil semakin mempertegas keberadaan kelompok intoleran yang berbasis agama di Indonesia. Tak menutup kemungkinan kejadian tersebut akan merambat ke sejumlah daerah jika tidak ada penanganan yang serius oleh pemerintah.

"JIAD menyerukan kepada semua elemen masyarakat untuk mewaspadai kelompok tersebut," ujarnya.

JIAD juga mendesak kepada tokoh agama terutama Muslim untuk memprakarsai dialog dalam menyeleseikan konflik tersebut. Kata Aan, Aceh Singkil perlu belajar dari peristiwa Tolikara di mana umat Kristen dan Islam setempat bahu-membahu melakukan rekonsiliasi pascakonflik.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini