nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Era Global, Belajar Sains & Teknologi Suatu Keharusan

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis · Kamis 15 Oktober 2015 14:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 10 15 65 1232249 era-global-belajar-sains-teknologi-suatu-keharusan-tgata7g4N1.jpg Ilustrasi: Shutterstock

DEPOK – Lebih dari 26 ribu mahasiswa jurusan Sains dan Teknologi siap bersaing dalam kompetisi Olimpiade Sains Nasional Pertamina (OSN Pertamina) 2015. Kegiatan tersebut digelar kali kedelapan, serentak di 42 perguruan tinggi mitra pada 33 provinsi Indonesia.

Rektor Universitas Indonesia (UI ) Muhammad Anis sebagai tuan rumah penyelenggaraan OSN Pertamina 2015 menyatakan apresiasi terhadap kalangan industri yang ikut menyumbangkan sumbangsihnya untuk kegiatan riset dan teknologi. Ia menyebutkan perlunya sinergitas antara akademisi, dunia bisnis, dan pemerintah untuk memajukan riset.

"Ada tiga komponen dalam pengembangan riset yakni Academy, Bussiness, dan Government alias ABG. Lalu sekarang tambah lagi Community. OSN akan melahirkan generasi tangguh, karena era global menuntut mahasiswa untuk belajar sains dan teknologi," ujar Anis dalam Konferensi Pers OSN Pertamina 2015 di Kampus UI Depok, Kamis (15/10/2015).

Anis menambahkan, penyelenggaraan OSN Pertamina terdiri dari enam tahap yakni sosialisasi dan koordinasi, publikasi dan registrasi, seleksi tingkat provinsi, seleksi tingkat nasional, penganugerahan hadiah, dan evaluasi OSN Pertamina 2015. Pada penyelenggaraan tahun ini, OSN Pertamina 2015 akan memperlombakan Kategori Tetap yaitu bidang matematika, fisika, kimia, dan biologi. Sedangkan untuk Kategori Proyek Sains erdiri dari karya cipta bertemakan "Energi Baru dan Terbarukan".

"Pada kategori ini seleksi dilakukan melalui dua babak yaitu babak penyisihan dan babak final tingkat nasional. Yakni untuk menggali gagasan mahasiswa yang disampaikan dan divisualisasikan melalui scientific paper dan aplikasi model atau karya cipta," ungkap Anis.

Corporate Secretary Pertamina Wisnuntoro menyampaikan fokus tahun ini difokuskan pada tema "Energi Baru dan Terbarukan" dan untuk pertama kalinya bekerjasama dengan perguruan tinggi di negara-negara ASEAN untuk kategori proyek saina. Sebab sekira 25 persen dari seluruh penggunaan energi pada 2025 menggunakan energi baru terbarukan.

"Kami berharap dari kompetisi proyek sains melahirkan gagasan-gagasan baru yang bisa memberikan nilai lebih ke masyarakat. Kami akan membuka diri untuk pengembangan proyek sains yang memberikan solusi pengembangan energi terbarukan di masa datang," tandas Wisnu.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini