nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kebakaran di Semeru Ancam Habitat Macan Tutul

Hari Istiawan, Jurnalis · Sabtu 24 Oktober 2015 13:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 10 24 519 1237419 kebakaran-di-semeru-ancam-habitat-macan-tutul-RdrDmg6M3B.jpg foto: istimewa

MALANG - Kebakaran yang melanda hutan di lereng Semeru sejak 20 Oktober lalu hingga kini masih belum berhasil dipadamkan dengan sempurna. Api yang membakar di kawasan Watu Rejeng dan Pos 2 hingga Pos 3 mengancam habitat satwa liar yang ada di sana.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Ayu Dewi Utari menginformasikan, sejauh ini belum di temukan bangkai satwa liar yang terbakar.

"Di sana habitat lutung Jawa, elang Jawa, serta macan tutul," kata Ayu, Sabtu (24/10/2015).

Tim gabungan saat ini tengah berusaha mengendalikan dan memadamkan api secara tradisional dengan membuat sekat bakar. Tujuannya, agar api tidak merembet semakin luas.

Sementara itu, Organisasi Perlindungan Hutan dan Satwa, Pro Fauna Indonesia dalam waktu dekat bakal meninjau lokasi kebakaran untuk mengecek apakah ada satwa liar yang menkadi korban kebakaran hutan.

"Minggu depan tim mau mengecek," kata Rosek Nusahid, Ketua ProFauna Indonesia.

Rosek menambahkan, kawasan Semeru yang terbakar merupakan habitat lutung Jawa, macan tutul, merak, serta rusa. Ia menyebut, tahun 2007 Profauna pernah lepas lutung, merak dan rusa di kawasan TNBTS.

"Kebakaran akan berdampak terhadap kehidupan satwa, mulai dari pakan, jalur lintasan dan interaksi spesies," kata Rosek.

Berdasarkan data Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, api masih membakar vegetasi di kawasan Watu Rejeng, Pos III, Pos IV, seluas 10 hektare, kemudian di blok Senthong/Landengan Dowo seluas 15 hektare.

Akibat kebakaran ini, berbagai jenis vegetasi yang terbakar meliputi tanaman akasia, dekuren, mentigi, tutup, anyer, dan kerinyu.

Ayu menduga kebakaran terjadi karena api unggun yang belum sempurna padamnya sehingga bara api membakar semak dan meluas karena terpaan angin, mengingat kondisi tanaman mengering karena musim kemarau.

(MSR)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini