nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapolri Minta Kasus Korupsi Tidak Diumbar saat Pilkada

ant, Jurnalis · Rabu 28 Oktober 2015 08:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 10 28 340 1239240 kapolri-minta-kasus-korupsi-tidak-diumbar-saat-pilkada-DlFtQzjXxD.jpg Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. (Foto: Antara)

MATARAM – Kapolri Jenderal Badroodin Haiti dikabarkan memerintahkan jajarannya untuk tidak mengumbar penanganan kasus korupsi pada saat pelaksanaan pesta demokrasi seperti pemilihan kepala daerah (pilkada).

Demikian diungkapkan Kabid Humas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB), Tri Budi Pangastuti. Meski begitu, ia mengatakan amanat tersebut bukan untuk menghentikan penanganan kasus korupsi.

Tri menambahkan, perintah tersebut merupakan perintah khusus. Yakni hanya berlaku pada penanganan kasus korupsi yang berkaitan secara personal dalam pilkada.

Salah satu yang tak ingin diumbar adalah proses penyelidikan kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram yang baru saja beroperasi.

"Tim penyidik terus mengumpulkan sejumlah alat bukti (kasus itu), termasuk memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan," ujar Tri.

Pihak terkait yang dimintai keterangannya masih belum dapat dibeberkannya mengingat penanganan kasusnya masih dalam tahap penyelidikan. "Ini sifatnya masih klarifikasi, untuk mengetahui apakah ada unsur pidana korupsinya atau tidak," ucap Tri Budi.

Ia menerangkan bahwa penanganan kasusnya berawal dari adanya laporan masyarakat yang menyampaikan adanya indikasi penyimpangan dalam pembangunannya. Berdasarkan hal tersebut, polisi langsung menindaklanjuti laporan dengan melakukan pengumpulan alat bukti di lapangan.

"Kami berharap kasus ini tidak diseret-seret ke ranah lainnya (politik). Apalagi, Mataram sedang menggelar pilkada," katanya mengingatkan.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini