nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Qanun Tanpa Rokok Bakal Denda Perokok Rp200 Ribu

Salman Mardira (Okezone), Jurnalis · Selasa 03 November 2015 16:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 11 03 340 1242924 qanun-tanpa-rokok-bakal-denda-perokok-rp200-ribu-9iZZN70MdZ.jpg foto: dok Okezone

BANDA ACEH – Sejumlah aktivis antirokok mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh. Mereka mendesak parlemen kota itu segera mensahkan rancangan Qanun atau Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Aktivis tergabung dalam Pusat Study Pengendalian Tembakau (CTCS) dan Aneuk Aceh Anti Rokok menilai, Qanun KTR penting sebagai payung hukum untuk mewujudkan kawasan-kawasan bebas asap rokok di Banda Aceh.

“Ini penting untuk melindungi masyarakat terutama orang-orang yang tidak merokok, anak-anak, perempuan dari asap rokok. Karena selama ini hampir tidak ada tempat di Banda Aceh yang bebas dari asap rokok,” kata Dewan Pembina CTCS Mukhtaruddin Yakob kepada Okezone, Selasa (3/11/2015).

Sebenarnya Banda Aceh sudah memiliki regulasi pengaturan kawasan tanpa rokok yang dikeluarkan Wali Kota pada 2011. Namun peraturan itu dinilai tidak berjalan karena tak mengatur sanksi tegas.

Sehingga masih ditemukan warga yang merokok di kawasan-kawasan yang dilarang sebagaimana tertuang dalam Perwal (Peraturan Wali Kota) seperti sarana pendidikan, kesehatan, area rumah ibadah, angkutan umum, dan perkantoran.

“Jalan satu-satunya untuk mengatur ini harus melalui Perda atau Qanun, tidak cukup dengan Perwal. Karena Qanun lebih kuat dan bisa mengatur sanksi pidana,” sebut Mukhtar yang didampingi Ketua CTCS Ainal Mardhiah.

Menurutnya, Qanun KTR ini nantinya diharapkan bisa menjadi proteksi terutama bagi perokok-perokok pasif yang selama sering jadi korban asap rokok.

Ketua DPRK Arief Fadillah saat menerima aktivis antirokok berjanji pihaknya akan mensahkan Qanun KTR sehingga bisa menciptakan lingkungan Banda Aceh yang sehat tanpa asap rokok. Rancangan Qanun tersebut sudah dalam tahap final.

"Draf Qanun sudah 90 persen tinggal penyempurnaan dalam RDPU (Rapat Dengar Pendapat Umum) nanti,” ujarnya.

Sementara Ketua Badan Legislasi DPRK Banda Aceh, Syarifah Munira optimistis menjelaskan, jika rancangan Qanun ini disahkan bisa berdampak pada pengurangan asap rokok di kawasan tertentu. Karena dalam draf rancangan Qanun itu ikut dicantumkan denda Rp200 ribu bagi pelanggarnya.

"Denda Rp200 ribu bagi perokok aktif yang merokok ditempat yang dilarang merokok," ujarnya.

(MSR)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini