nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Puan Bekali Para Duta Besar soal Ekses Globalisasi

ant, Jurnalis · Rabu 11 November 2015 15:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 11 11 18 1247544 puan-bekali-para-duta-besar-soal-ekses-globalisasi-79ha4PzOcj.jpg

JAKARTA - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani meminta para duta besar Republik Indonesia di berbagai negara untuk memiliki pemahaman, visi dan misi yang berlandaskan pada ideologi Pancasila ditengah situasi dalam negeri serta tantangan eksternal yang sedang dihadapi.

Demikian disampaikan Puan Maharani saat menyampaikan arahan pada orientasi bagi calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh yang digelar di Kantor Kementerian Luar Negeri, Rabu (11/11/2015).

Puan menjelaskan saat ini kondisi perekonomian nasional masih belum stabil dan penegakan hukum yang masih belum maksimal. Indonesia juga sudah dihadapkan pada konstelasi perekonomian global yang terus mengalami perubahan secara dinamis jika dibandingkan dengan beberapa dekade yang lalu yang ditandai dengan semakin dominannya perekonomian China maupun kekuatan-kekuatan ekonomi lainnya. Selain itu kekuatan ekonomi AS, Jepang dan Eropa juga masih sangat berpengaruh kepada kondisi global pada umumnya maupun terhadap satu negara pada khususnya apabila ekonomi negara-negara tersebut mengalami goncangan.

Menurut Puan, Indonesia saat ini membutuhkan investasi, ekspor yang dapat memperkuat industri dalam negeri, kerjasama perdagangan yang tetap memberikan perlindungan terhadap komoditi strategis dalam negeri, dan kerjasama antar negara yang dapat membangun kekuatan bersama dalam menghadapi ketimpangan yang disebabkan oleh arus globalisasi dan liberalisasi. Namun, Pemerintah Indonesia harus dapat melindungi warga negara Indonesia yang berada di negara lain, baik sebagai pekerja, mahasiswa, dan sebagainya.

“Sebagai Duta Besar Republik Indonesia, dituntut agar dapat memberikan kontribusi dalam membangun kerjasama dengan negara-negara lain yang bertujuan untuk dapat merubah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia tersebut menjadi peluang bagi upaya memajukan bangsa,” ucap Puan.

Dia mengingatkan arti pentingnya ideologi bagi sebuah bangsa. Sejarah telah mencatat bahwa tidak ada suatu bangsa di dunia yang dapat tumbuh dan menjadi negara yang besar serta kuat tanpa fondasi ideologi yang kokoh. Menurut Puan, Amerika, China dan Jepang adalah contoh negara-negara maju di dunia yang memiliki fondasi ideologinya masing-masing yang kokoh.

Untuk itu, Puan meminta para calon duta besar dapat menjadikan ideologi Pancasila sebagai dasar dan sekaligus memberikan arah dalam membangun kedaulatan, martabat, dan kebanggaan sebagai sebuah bangsa, menegaskan kembali fungsi pelayanan dan perlindungan negara kepada rakyat serta menegaskan kembali keberpihakan negara kepada rakyat.

Puan juga mengatakan globalisasi yang tengah berkembang dewasa ini selain membawa nilai-nilai positif dalam peradaban umat manusia di dunia juga telah membawa berbagai macam implikasi dalam sendi-sendi kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan kita.

“Berbagai macam ekses dan implikasi globalisasi tersebut jika tidak kita antisipasi dengan baik dan benar akan menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila,” ujar Puan.

Dia mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat memperteguh visi dan misi bagi para calon duta besar yang akan bertugas sebagai duta bangsa di negara tujuan. Mengakhiri sambutannya, Menko Puan meminta para calon duta besar menjadikan Bangsa dan Negara Indonesia memiliki kedudukan dan kehormatan dalam memperjuangkan dan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini