Warga Raja Ampat Protes Penggusuran Situs Bersejarah

ant, · Jum'at 13 November 2015 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2015 11 13 340 1248867 warga-raja-ampat-protes-penggusuran-situs-bersejarah-Q2zIhIArtO.jpg Ilustrasi. Dok Okezone

MANOKWARI - Masyarakat Adat Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, memprotes PT Klanaf Putra, perusahaan yang melaksanakan pembangunan jalan lingkar Waisai yang diduga menggusuran situs bersejarah adat suku maya.

"Kami minta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Raja Ampat agar memanggil perusahaan tersebut untuk meminta penjelasan penggusuran situs bersejarah itu," kata Koordinator Masyarakat Adat Maya Ludia Matangsang di Sorong, Jumat (13/11/2015).

Dia juga meminta DPRD Raja Ampat memfasilitasi masyarakat adat Suku Maya untuk berdialog dengan pihak perusahaan pembangunan jalan lingkar ibu kota Kabupaten Raja Ampat itu.

Selain menggusur situs bersejarah, kata Ludia, perusahaan itu juga menggusur tanaman jangka panjang milik masyarakat adat tanpa ada pemberitahuan maupun ganti rugi.

"Jika wakil rakyat tidak memfasilitasi penyelesaian masalah ini maka akan terjadi konflik antara masyarakat adat dan pihak perusahaan yang dapat mengakibatkan pembangunan daerah itu terlambat," ujarnya.

Direktur Utama PT Klanaf Putra Abdul Haris Umlati yang memberikan keterangan terpisah membantah pihaknya menggusur situs bersejarah masyarakat adat Raja Ampat.

Ia menjelaskan lokasi yang digusur untuk pembangunan jalan lingkar Waisai Kabupaten Raja Ampat bukan lokasi situs bersejarah dan penggusuran tersebut sesuai dengan petunjuk pemerintah daerah setempat.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini