Share

Tak Terbukti Korupsi, Mantan Bupati Aceh Barat Divonis Bebas

Salman Mardira, Okezone · Rabu 18 November 2015 21:09 WIB
https: img.okezone.com content 2015 11 18 340 1251867 tak-terbukti-korupsi-mantan-bupati-aceh-barat-divonis-bebas-LI1I3csIeq.jpg Foto: Illustrasi Okezone

BANDA ACEH - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh memvonis bebas mantan Bupati Aceh Barat Daya, Akmal Ibrahim. Ia dinyatakan tak terbukti melakukan korupsi dalam kasus pembebasan lahan pembangunan pabrik kelapa sawit senilai Rp764 juta.

"Membebaskan terdakwa Akmal Ibrahim dari segala dakwaan," kata ketua majelis hakim, Muhifuddin didampingi hakim anggota Syaiful Asyari dan Hamidi Djamil, dalam amar putusannya di Pengadilan Tipikor Banda Aceh, Rabu (18/11/2015).

Majelis hakim menyatakan Akmal tak terbukti melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Tipikor, sehingga memutuskan terdakwa harus dibebaskan dari segala tuntutan dan denda.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya memohon majelis hakim agar menghukum Akmal 18 bulan penjara dan denda Rp50 juta, serta mengembalikan pengganti kerugian negara Rp566 juta. Jaksa menyatakan Akmal melakukan korupsi dalam pembebasan lahan di Pante Raya, Kecamatan Babahrot, Aceh Barat Daya, untuk pembangunan pabrik kelapa sawit.

Lahan dibebaskan tahun 2011 itu dinyatakan milik negara, sehingga Akmal yang menjabat bupati periode 2007-2012 didakwa melakukan korupsi dengan nilai kerugian negara Rp764 juta. Akmal sempat ditahan di Rutan Kahju, Aceh Besar.

Namun dalam sidang putusannya, majelis membebaskan Akmal dari semua dakwaan. "Setelah vonis ini dibacakan, Akmal langsung bebas," ujar Muhifuddin, pimpinan sidang. Majelis juga membebaskan biaya perkara terhadap Akmal, serta meminta nama baiknya dikembalikan setelah tak terbukti korupsi.

Usai mendengar putusan majelis, Akmal yang juga mantan wartawan itu langsung sujud syukur di ruang sidang serta memeluk isteri dan keluarganya yang hadir. Ratusan pendukungnya bersuka cita menyambut vonis ini.

Sementara JPU belum memutuskan menerima atau mengajukan banding atas putusan bebas Akmal. "Kami masih pikir-pikir," kata seorang penuntut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini