Melihat Keunikan Geopark Gunungsewu

Markus Yuwono, Sindoradio · Rabu 18 November 2015 10:12 WIB
https: img.okezone.com content 2015 11 18 510 1251360 melihat-fosil-boiota-laut-purba-rgOhKogWWc.jpg Ilustrasi fosil: (Foto: Redorbit)

YOGYAKARTA - Geopark Gunungsewu telah masuk dalam Global Geopark Network (GGN). Hal itu ditetapkan dalam Konfrensi Asia Pasific Global Network di Sanin, Kaigan, Jepang, oleh UNESCO pada September lalu.

Penelusuran Okezone, Geopark yang berada di wilayah Gunungkidul, DI Yogyakarta itu menyimpan keunikan yang tidak dimiliki wilayah lainnya. Salah satunya, geosite formasi sambi pitu, yang berisi fosil biota laut purba yang terpendam selama jutaan tahun.

Adapun Geosite yang ada di Gunungkidul ada 13, yakni meliputi Pantai Baron-Kukup-Krakal, Hutan Wanagama, Hutan Turunan, Gua Ngingrong, Goa Jlamprong, Air terjun Bleberan, Lembah Bengawan Solo Purba, Pantai Siung-Wediombo, Luweng Goa Jomblang, Luweng Kali Suci, Endapan Laut Miosen Awal (Formasi Sambi Pitu), dan Gunungapi Miosen Awal (Formasi Nglanggran).

Formasi Sambi Pitu, lokasinya terletak di bawah jembatan Ngalang. Terhampar bebatuan yang mirip cacing hampir di seluruh pelatarannya yang saat ini dialiri air Sungai Ngalang.

Menurut Sekertaris Geopark Gunungsewu Hary Sukmono, Formasi Sambi Pitu merupakan fasa sedimentasi setelah peletusan Gunung Api Nglanggran menghasilkan endapan laut yang terbentuk sekira 16 juta tahun lalu. "Yang seperti cacing itu merupakan endapan fosil biota laut," kata Hary.

Longsoran bawah laut yang dialami oleh sedimen pasir, lempung, dan serpih menghasilkan struktur sedimen yang unik seperti lapisan terpelintir. "Formasi Sambi Pitu tergolong unik," tuturnya.

Untuk mendorong pengembangan dan perlindungan, pihaknya akan mendorong pembuatan kelompok sadar wisata untuk melindungi lokasi. "Akan kami kembangkan dengan membuat pokdarwis," ucap Hary.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini