Gaya Pendidikan Online di Era Digital

Iradhatie Wurinanda, · Kamis 19 November 2015 12:22 WIB
https: img.okezone.com content 2015 11 19 65 1252074 gaya-pendidikan-online-di-era-digital-yc0HQWvos2.jpg Para pembicara talkshow Education in the Digital Age. (Foto: Dox. IndonesiaX)

JAKARTA – Sejak diluncurkan pada 17 Agustus 2015, platform kursus online IndonesiaX telah meraih sekira 25 ribu pendaftar kursus dari 103 negara dan 895 kota. Kini, setelah tiga bulan berjalan, massive open online course (MOOC) ini kemarin kembali mengadakan acara di Manado Town Square guna membahas pendidikan di era digital.

Acara dikemas melalui sebuah talkshow bertajuk 'Education in the Digital Age' dengan menghadirkan pembicara Ketua Dewan Penasihat IndonesiaX, Mohammad Nuh; Rektor Universitas Sam Ratulangi, Ellen Joan Kumaat; dan Rektor Universitas Negeri Manado Philoteus EA Tuerah. Sedangkan yang bertindak moderator adalah CEO dan Presiden Direktur IndonesiaX, Lucyanna Mangoendipoero Pandjaitan.

"Setiap era memiliki arus utama dalam lifestyle, termasuk education lifestyle. Kalau kita tidak mengikuti lifestyle tersebut, kita akan menjadi kelompok terasing dan kedaluwarsa," ujar Mohammad Nuh, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Okezone, Kamis (19/11/2015).

Nuh mengatakan, di era teknologi informasi seperti sekarang, eksplorasi kekuatan berbasis IT layaknya MOOC menjadi bagian dari education style. Oleh karena itu, dia mengimbau supaya memanfaatkan ketersediaan dan keberadaan MOOC, seperti IndonesiaX, agar tidak menjadi generasi kedaluwarsa.

Rektor Universitas Sam Ratulangi, Ellen Joan Kumaat, berpendapat kehadiran era digital mentransformasikan sistem pembelajaran dari teacher centered learning ke arah student centered learning. Generasi muda, ucap dia, lebih responsif dan mudah terlibat secara aktif sehingga meningkatkan kemandirian serta tanggung jawab dalam proses pendidikan.

"Bayangkan bila teknologi digunakan untuk pendidikan jarak jauh. Orang-orang di wilayah sangat terpencil pun, asalkan memiliki akses internet, bisa tersambung dengan guru-guru terbaik di negeri. Di pihak lain, guru yang diwajibkan untuk kuliah, tidak perlu meninggalkan anak didik, langsung bisa mengikuti kuliah lewat teknologi tersebut," imbuh Rektor Universitas Negeri Manado, Philoteus EA Tuerah.

Pada kesempatan itu, IndonesiaX memberikan sertifikat kepada perwakilan siswa dari Sulawesi Utara yang telah berhasil menyelesaikan MOOC IndonesiaX. Sertifikat tersebut berguna memperkuat portofolio ketika melamar kerja atau melanjutkan studi.

Kemudian, IndonesiaX juga meluncurkan mobile application bernama IndonesiaX yang dapat diunduh di sistem operasi iOS. Sebelumnya, aplikasi tersebut hanya dapat digunakan di Android.

"IndonesiaX terus berupaya memudahkan siswa di pelosok Tanah Air untuk mendapatkan kesempatan belajar dari dosen ternama dan pimpinan perusahaan terbaik di negeri ini. Peluncuran iOS dan sebelumnya Android application adalah salah satu usaha yang kami lakukan, yang segera diikuti oleh metode lain untuk memperluas akses dan membuatnya lebih ekonomis," tukas CEO dan Presiden Direktur IndonesiaX, Lucyanna Mangoendipoero Pandjaitan. (ira)


1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini