nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tambah Uang Saku dari Beternak Lele

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis · Senin 23 November 2015 16:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 11 23 65 1254295 tambah-uang-saku-dari-beternak-lele-2tUG1JOY5m.jpg Siswa SMK AMEC Depok menunjukkan benih ikan lele yang akan mereka budidayakan. (Foto: Marieska/Okezone)

DEPOK - Pelajar di sekolah ini punya cara unik untuk mempelajari dunia wirausaha. Mereka beternak ikan lele.

Sekolah Al Ma'mun Education Center (AMEC) menyebar satu juta bibit ikan lele ke sepuluh sekolah di Depok, Jawa Barat. Indukan ikan lele Sangkuriang itu didapat dari Dinas Perikanan Jawa Barat.

SMK AMEC sendiri memiliki laboratorium budidaya lele Sangkuriang berukuran 2x24 meter. Di sinilah para siswa membudidayakan ikan lele sebagai bagian mata pelajaran Kewirausahaan dan Lingkungan Hidup. Tidak sekadar beternak, para siswa diminta untuk membuat laporan hasil budidaya hingga penjualan setelah lele dipanen.

"Siswa bekerja berkelompok dengan anggota 4-10 orang. Setiap kelompok ini membuat laporan, semacam take home test. Di laporan itulah mereka bercerita tentang semua untung ruginya aktivitas budidaya ikan lele yang dijalani," ungkap Direktur Sekolah AMEC Ma'mun Ibnu Ridwan di Bojongsari, Depok, Senin (23/11/2015).

Lele yang sudah dipanen dijual para siswa ke pasar tradisional atau kepada warga dan orangtua murid. Jika laku terjual, maka keuntungan bisa menjadi tambahan uang saku hingga tabungan rencana rekreasi akhir tahun ke Yogyakarta. Sedangkan bagian bagi guru yang ikut membudidayakan lele adalah 10 persen dari hasil penjualan.

Ma'mun menambahkan, lele kaya akan protein dan paling digemari banyak orang. Namun kendala yang dihadapi masih seputar pakan yang masih impor.

"Memang kadang siswa gagal, biasanya karena hujan atau hilang dan diambil binatang. Namun ini kan masih belajar," imbuh Ma'mun.

Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail ikut meninjau ke lokasi budidaya lele. Dia berharap Depok memiliki banyak SMK dengan spesialisasi kompetensi, termasuk perikanan.

"Kompetensi senada dengan persiapan 31 Desember berlakunya MEA. Meningkatkan kesempatan kerja dan melahirkan wirausahawan yang kokoh," tutur Nur Mahmudi.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini