nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kejari Pangkalan Balai Banyuasin Dihadiahi Keranda Mayat

Mewan Haqulana , Jurnalis · Selasa 24 November 2015 04:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 11 24 340 1254629 kejari-pangkalan-balai-banyuasin-dihadiahi-keranda-mayat-BHz2OHNdCw.jpg (Foto: Mewan/Okezone)

BANYUASIN - Ratusan massa yang mengatasnamakan Masyarakat Banyuasin Bersatu (MBB) menghadiahi Kejari Pangkalan Balai Banyuasin, Sumsel, replika keranda mayat, lantaran penanganan kasus korupsi yang di tangani Kejari dinilai lamban dan terkesan tebang pilih.

Massa mendesak Kejari Banyuasin agar menangkap tujuh anggota DPRD Banyuasin yang diduga terlibat kasus korupsi dana aspirasi DPR senilai Rp7,2 Miliar anggaran tahun 2011 lalu untuk kegiatan Pelatihan tenaga kerja siap pakai di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banyuasin.

"Kasus ini sudah naik sejak 2011 lalu, sampai sekarang belum juga terungkap," jelasnya Reza Pahlevi selaku koordinator lapangan MBB, Senin, 23 November 2015.

Menurut mereka, kasus dugaan korupsi itu terjadi pada kegiatan pelatihan perbengkelan untuk masyarakat, yang diikuti 35 desa yang masing-masing mengirim 10 utusan. "Anggarannya Rp7 miliar lebih, tapi peserta hanya dapat obeng sama uang transport Rp100 ribu, diduga banyak anggaran fiktif dari kegiatan ini," katanya.

Karena itu, massa menuntut pihak kejaksaan segera mengusut kasus ini tanpa tebang pilih. "Tujuh anggota DPRD yang terlibat merekomendasikan anggaran ke sana, patut diperiksa," katanya.

Terkait aksi massa tersebut, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalan Balai sudah menetapkan tersangka yakni IS, pejabat di Disnakertrans yang dimaksud. Sementara tujuh anggota DPRD yang dimaksud dipastikan Kejari tidak terlibat.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini