Share

Anggota DPR Korupsi, Presiden Vanuatu Bubarkan Parlemen

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 01 Desember 2015 10:35 WIB
https: img.okezone.com content 2015 12 01 18 1258698 anggota-dpr-korupsi-presiden-vanuatu-bubarkan-parlemen-s7gKn8Ajbq.jpg Presiden Vanuatu Baldwin Lonsdale membubarkan parlemen setelah 14 anggotanya dijebloskan ke penjara karena menerima suap. (Foto: Reuters)

PORT VILA – Presiden Vanuatu, Baldwin Lonsdale, mengambil langkah mengejutkan dengan membubarkan Parlemen Vanuatu, setelah 14 anggotanya didakwa menerima suap. Situasi ini merupakan kelanjutan krisis politik yang terjadi di negara berpenduduk sekira 250 ribu jiwa itu.

Para anggota Parlemen Vanuatu telah dijebloskan ke penjara sejak bulan lalu, dan banding mereka ditolak. Mereka dipaksa mundur dari parlemen dan menyerahkan kendali parlemen kepada kelompok oposisi. Lonsdale akhirnya memutuskan untuk membubarkan parlemen setelah tidak bisa mencapai kesepakatan dengan kelompok oposisi di parlemen, sedangkan anggaran negara belum juga disahkan.

Selain itu, Lonsdale khawatir akan badai lain yang melanda Vanuatu setelah Badai Pam yang meluluhlantakkan negara itu pada Maret. Bencana seperti tersebut membutuhkan penanganan yang cepat dan tidak dapat dilakukan dengan adanya ketidakstabilan politik yang terjadi di Vanuatu saat ini.

“Pemerintahan sekarang dalam mode pengasuhan karena begitu banyak menteri kabinet dan anggota parlemennya berada di dalam penjara dan kalah banding pada Jumat 27 November. Jadi telah ada laporan bahwa sebagian pelayanan negara tidak mendapatkan dana, tapi semua hanya mengenai penempatan di posisinya untuk tahun depan dan memastikan sehingga pelayanan pemerintah saat ini berlanjut ke 2016,” kata mantan penasihat Pemerintah Vanuatu, Siobhan McDonnel, sebagaimana dilansir The Diplomat, Selasa (1/12/2015).

Pada Oktober, satu dari 14 anggota Parlemen Vanuatu, yang juga menjabat sebagai juru bicara presiden Marcelino Pipite mengampuni dirinya sendiri dan 13 anggota parlemen lainnya saat Presiden Lonsdale sedang melawat ke luar negeri. Menurut undang-undang Vanuatu, saat presiden sedang absen, juru bicaranya diperbolehkan untuk memegang kekuasaan sementara. Lonsdale yang kembali ke Vanuatu menyatakan kecewa dengan tindakan Pipite dan mengatakan akan mengambil tindakan.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini