Sedekade Lalu Climate Change Cuma Jadi Lelucon di Rusia

Randy Wirayudha, Okezone · Selasa 01 Desember 2015 12:19 WIB
https: img.okezone.com content 2015 12 01 18 1258815 sedekade-lalu-climate-change-cuma-jadi-lelucon-di-rusia-niGy8oBlqL.jpg Presiden Rusia, Vladimir Vladimirovich Putin (Foto: Alexander Zemlianichenko/REUTERS)

PARIS – Pembukaan KTT Perubahan Iklim sudah berlalu dan hari pertama konferensi yang juga disebut COP21 itu ditandai sejumlah pidato pemimpin dunia, salah satunya Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Putin pribadi mengakui bahwa climate change atau perubahan iklim sudah sangat terasa di berbagai wilayah “Negeri Beruang Merah”. Solusi yang disepakati bersama diharapkan tercapai di hari terakhir KTT Perubahan Iklim pada 11 Desember 2015 mendatang.

"Badai, banjir, kekeringan dan fenomena cuaca ekstrem lainnya disebabkan pemanasan global dan memunculkan kerugian yang lebih besar secara ekonomi, serta menghancurkan lingkungan yang kita kenal sebelumnya,” cetus Putin,” dilansir Open Democracy Net, Selasa (1/12/2015).

“Kualitas kehidupan semua orang di planet ini, perkembangan ekonomi global dan perkembangan sosial yang berkelanjutan di semua wilayah, bergantung pada kemampuan kita memberi solusi untuk problem iklim ini,” tambahnya.

Pidato Putin itu disambut hangat, setidaknya oleh masyarakat Rusia sendiri. Alexey Kokorin, Ketua Program Energi dan Iklim Rusia yang bekerja sama dengan WWF, menyatakan Rusia sudah bisa menyadari potensi bahaya perubahan iklim jika tak ditangani dengan serius.

“Sedekade (10 tahun) lalu, (isu) perubahan iklim merupakan sesuatu yang dijadikan lelucon banyak orang di Rusia. Lima tahun lalu, isu itu masih banyak diragukan di antara para politisi Rusia dan juga komunitas ilmuwan,” timpal Kokorin.

“Tapi hari ini sudah jelas, Rusia paham dan berada dalam satu perahu seperti semua orang. Rusia sudah menyadari eksistensi perubahan iklim dan itu jadi ancaman serius buat Rusia dan dunia,” imbuhnya.

Hal senada dilayangkan Vladimir Chuprov, Kepala Program Energi Greenpeace Rusia: “Pidato Putin membuat kami senang, tapi mengingat Rusia masih negara terbesar kelima penghasil emisi setelah China, Amerika Serikat, India dan Uni Eropa, kata-kata Putin itu belum cukup,” tandas Chuprov.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini