nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Muslimah L Gadi Berjuang 21 Tahun Lawan HIV/AIDS

ant, Jurnalis · Jum'at 04 Desember 2015 00:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 12 04 340 1260678 muslimah-l-gadi-berjuang-21-tahun-lawan-hiv-aids-J0J054OZ1l.jpg

PALU - Berjuang selama 21 tahun untuk menyebarkan informasi bahaya HIV/AIDS di Sulawesi Tengah bukan pekerjaan yang mudah, namun hal tersebut telah dilakukan oleh dr Hj Muslimah L. Gadi, M.Si, pensiunan Direktur Rumah Sakit Daerah Madani yang saat ini menjabat Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPA) Sulteng.

Muslimah menceritakan awal bergabungnya dia sebagai pejuang HIV dan AIDS sejak tahun 1994. Sejak dikeluarkannya Keputusan Presiden (Kepres) No 36 tahun 1994 yang kemudian diubah menjadi Perpres nomor 75 tahun 2006. "Sebagai bentuk pengabdian, KPA Nasional memberikan Pin tanda penghargaan pejuang setia HIV&AIDS Indonesia," katanya, Kamis (3/12/2015).

Penghargaan yang diterimanya pada 2013 di Makassar dalam kegiatan rapat regional Sulawesi, sebagai pejuang paling lama berkecimpung dibidang tersebut. Menurut dia, berbagai persoalan telah dilaluinya dalam menyebarkan informasi atas bahaya penularan virus HIV/AIDS.

"Kalau dulu sebelum tahun 2007, ada komisi tapi tidak aktif hanya SK di atas kertas. Jalannya biasa-biasa saja, kurang rapat koordinasi dan kegiatan," ungkapnya.

Menurutnya setelah dikeluarkannya Permendagri No 20 Tahun 2007 tentang Pembentukan Komisi Penanggulangan AIDS dan Pemberdayaan Masyarakat, maka semuanya telah berubah. KPA Nasional mulai aktif bekerja bersama KPA daerah. Kata dia, Sekretaris, pengelola program dan bagian keuangan diberikan honor supaya mengaktifkan kegiatan, karena tugas utama KPA daerah untuk melakukan koordinasi terhadap KPA di kabupaten/kota.

"Persoalan lainnya adalah keterbatasan anggaran Operasional. Namun ia bersyukur bahwa 13 kabupaten/kota telah memiliki KPA," ujarnya.

Selain rapat koordinasi yang dilakukan KPA dengan SKPD terkait, LSM peduli AIDS dan komunitas yang peduli AIDS, pihaknya juga terus-menerus melakukan sosialisasi kepada populasi kunci seperti PSK dengan pelanggan, Waria dan Lelaki seks lelaki (LSL).

Muslimah menaruh beberapa harapan pada Hari AIDS Se Dunia 2015 kali ini. Pertama untuk eksistensi KPA kedepannya, ia berharap sekretaris harusnya lebih aktif sebagai motor penggerak. Karena tugas sekretaris harus mampu mengkoordinasikan semua unsur yang terlibat dalam kelompok kerja.

Kemudian mereka yang tadinya berperilaku berisiko agar mau berperilaku sehat, tidak ganti-ganti pasangan. Kalau pun mereka masih melakukan seks seperti PSK, ia berharap 100 persen mereka harus menggunakan kondom agar tidak tertular HIV dan IMS. Selanjutnya masyarakat yang sudah sehat saat ini, setelah sudah mengetahui HIV dan bagaimana pencegahannya, mereka tidak lagi menyentuh dan mendekati penyebab penularan.

"Tidak perlu kita takut dan mendiskriminasi mereka, karena jelas bagaimana sumber penularannya. Diskriminasi masyarakat terhadap penderita HIV dan AIDS dikarenakan masyarakat banyak yang belum memahami," kata Muslimah.

Dokter Hj. Muslimah L. Gadi, M.Si merupakan perempuan kelahiran Palu, 5 Maret 1947 dengan pendidikan terakhir strata dua (S2) Administrasi. Pensiun sebagai direktur RSD Madani 2007, ia aktif sebagai wakil ketua PKK Sulteng dan direktur RS Bersalin Siti Masyitah. Perempuan dengan empat anak dan empat cucu tersebut, menghabiskan hari tuanya untuk kemanusiaan.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini