Korbankan Petani untuk Usaha, Presiden Korsel Didemo Warga

ant, · Sabtu 05 Desember 2015 21:00 WIB
https: img.okezone.com content 2015 12 05 18 1261593 korbankan-petani-untuk-usaha-presiden-korsel-didemo-warga-nGtfxuoDkj.jpg Aksi unjuk rasa warga Korsel menentang Presiden Park Geun-hye (Foto: AP)

SEOUL – Puluhan ribu pengunjuk rasa berkumpul di jalan-jalan Kota Seoul, Korea Selatan (Korsel) pada hari ini untuk berunjuk rasa. Mereka menuduh Presiden Park Geun-hye telah mengorbankan pekerja dan petani untuk usaha besar dan menulis ulang buku sejarah guna mengagungkan pemerintahan bapaknya.

Sekira 30.000 orang berkerumun di jalan-jalan Seoul, sebagian besar dari mereka mengenakan masker untuk menentang seruan Presiden Park, yang melarang penggunaan masker selama berunjuk rasa.

Para demonstran berbaris melalui pusat Kota Seoul dan mengacung-acungkan spanduk bertuliskan ‘Resign Park Geun-Hye’, serta meneriakkan slogan-slogan.

Kepolisian Seoul pada awalnya melarang aksi unjuk rasa itu, namun pihak penyelenggara unjuk rasa mengajukan permohonan kepada Pengadilan Administratif Seoul, yang kemudian berbalik sikap, dan membuka jalan bagi unjuk rasa besar kedua di ibukota Korsel itu.

Unjuk rasa pertama, pada 14 November 2015, diikuti sekira 60.000 orang dan banyak bentrokan pengunjuk rasa dengan petugas polisi yang menggunakan meriam air.

Pihak penyelenggara unjuk rasa berjanji untuk meningkatkan aksi unjuk rasa yang damai, namun faktanya bentrokan dengan Kepolisian Seoul yang memakai meriam air tak terhindarkan.

Pemerintahan Park menghadapi kebencian atas berbagai kebijakan, termasuk rencana pengadaan buku sejarah baru di sekolah, membuka lebih luas pasar pertanian dan reformasi tenaga kerja, membuat pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih mudah, dan memangkas upah pekerja yang lebih tua.

“Presiden Park, jangan berupaya mengembalikan sejarah bangsa Korea Selatan ke sejarah pribadi keluargamu,” demikian tulisan spanduk yang dibawa seorang demonstran di Seoul, seperti dikutip AFP, Sabtu (5/12/2015).

“Kami bukan ISIS, kami hanya pelajar yang miskin,” ucap seorang demonstran lain dengan slogan-slogannya.

Unjuk rasa pada hari ini merupakan gabungan yang diselenggarakan oleh beberapa kelompok, termasuk aktivis militan Konfederasi Serikat Pekerja Korea (KCTU), perhimpunan federasi para petani yang dikenal dengan nama Jeonnong, ikatan guru nasional, dan paguyuban masyarakat miskin perkotaan.

Kepala KCTU Han Sang-Kyun dalam pesan video mengatakan bahwa dalam unjuk rasa tersebut pihaknya mengumumkan rencana aksi mogok buruh secara massal pada 16 Desember 2015.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini