Draft Akhir Kesepakatan KTT Perubahan Iklim Tercapai

ant, · Minggu 06 Desember 2015 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2015 12 06 18 1261813 draft-akhir-kesepakatan-ktt-perubahan-iklim-tercapai-jCMMlGJ5EW.jpg Ilustrasi: Shutterstock

PARIS – Rancangan akhir atau Final Draft mengenai kesepakatan baru iklim global dihasilkan oleh para perunding di Paris, Sabtu 5 Desember kemarin dan kini siap buat ditangani para menteri, sehingga mereka bisa menangani perbedaan politik yang peka pekan ini.

Rancangan tersebut, yang kini setebal 21 halaman, terdiri atas 26 pasal yang mencakup berbagai masalah dan mencakup pengurangan gas buangan, penyesuaian, kerugian dan kerusakan, keuangan, teknologi dan transparansi tindakan. Rancangan itu kini akan diserahkan kepada para menteri untuk dibahas lebih lanjut pekan ini.

Kesepakatan Paris diperkirakan akan menjadi alat kedua yang mengikat secara hukum berdasarkan Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim, kesepakatan yang mewajibkan negara maju menjadi pelopor dalam pengurangan buangan karbon dan menyediakan dukungan keuangan buat negara berkembang.

Yang pertama ialah Protokol Kyoto yang menetapkan jumlah buangan sasaran pengurangan gas buangan buat negara maju.

Dibandingkan dengan versi pertama rancangan yang dicapai para perunding pada awal tahun ini di Paris, yang memiliki hampir 100 halaman, rancangan pada Jumat, 4 Desember lalu, lebih bisa dibaca dengan pilihan yang lebih sedikit dan lebih jelas untuk bermacam masalah.

"Ini adalah berita baik. Ini layak dirayakan," kata Su Wei, Kepala Perunding China, sebagaimana dikutip Xinhua, Minggu (6/12/2015).

Namun ia menambahkan, beberapa perbedaan masih harus diselesaikan dalam kesepakatan tersebut. Semua negara mesti meningkatkan upaya mereka pekan ini, saling bekerja sama dan menemukan penyelesaian nyata sesegera mungkin.

Para pejabat dari 195 negara memiliki waktu satu pekan untuk merampingkan rancangan kesepakatan setebal 50 halaman menjadi tingkat yang bisa ditangani sehingga para pemimpin mereka dapat membacanya ketika mereka bergabung di meja perundingan.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini