Dicegat Syiah, Tentara Nigeria Balas Bunuh 12 Penyerang

Silviana Dharma, Okezone · Minggu 13 Desember 2015 09:29 WIB
https: img.okezone.com content 2015 12 13 18 1266434 dicegat-syiah-tentara-nigeria-balas-bunuh-12-penyerang-gb8rrfmA78.jpg Bentrok di Zaria, puluhan orang tewas. (Foto: Sun News Online)

ZARIA – Usai bentrok, rumah pemimpin sekte Syiah, Sheik Ibrahim El-Zakzaky dikepung tentara Nigeria. Namun Zakzaky tidak berada di rumah.

Dilansir dari Washington Post, Minggu (13/12/2015), istri pemimpin Syiah, Zeenah Ibrahim, mengatakan bahwa tentara Nigeria telah menewaskan sedikitnya 12 orang dalam pengepungan di rumahnya.

“Sekira 30 orang terluka dalam serangan yang dilakukan tentara Nigeria. Mereka menuduh kami melakukan upaya pembunuhan atas Kepala Staf Angkatan Darat (Letnan Jenderal Tukur Buratai) mereka,” ujar Zeenah.

Sebelumnya, ratusan anggota Syiah diberitakan membarikade jalur yang akan dilintasi rombongan Presiden Nigeria Muhammadu Bahuri pada Sabtu, 12 Desember 2015 waktu setempat. Anggota Syiah tersebut memblokade jalan-jalan dengan menggunakan api unggun, batu-batu besar, serta ban bekas. Mereka juga melempari rombongan presiden dengan benda-benda berbahaya.

Akibat penutupan jalan ini, pasukan pengawal presiden (paspampres) Nigeria melontarkan tembakan peringatan. Tak lama kemudian, bentrok pun pecah di jalan Zaria, Kaduna, negara bagian kedua Nigeria.

Sementara itu, juru bicara Angkatan Darat Nigeria, Kolonel Sani Kukasheka Usman menyatakan aksi yang dimotori pemimpin sekte Syiah ini menargetkan pembunuhan atas Kepala Staf Angkatan Darat Nigeria, Letnan Jenderal Tukur Buratai.

"Pasukan bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan Kepala Staf Angkatan Darat. Setelah mendengar ledakan dan penembakan, tidak ada pilihan selain untuk membela diri dan keselamatan seluruh rombongan. Semua kami lakukan sesuai prosedur, Aturan Keterlibatan dan Kode Etik Tentara Nigeria,” terang Kolonel Sani, sebagaimana dikutip dari Sun News Online.

Ia menegaskan bahwa penyerangan atas rombongan presiden dan upaya pembunuhan atas Kepala Staf AD ini merupakan perilaku yang tidak dapat ditoleransi.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini