90 Persen Siswa Melapor Di-bully

Iradhatie Wurinanda, Jurnalis · Senin 14 Desember 2015 13:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 12 14 65 1267026 90-persen-siswa-melapor-di-bully-1HWPaYaYoJ.jpg Ilustrasi Foto: dok. Okezone.

JAKARTA - Tindakan bullying identik dengan kekerasan. Mirisnya, bullying saat ini bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, termasuk di sekolah. Korban bullying pun kian bertambah, bahkan beberapa di antaranya sampai harus meregang nyawa.

Tanpa disadari, seseorang juga bisa melakukan bullying. Bahkan, mengejek orang lain, meski dengan niat bercanda, dapat masuk kategori bullying jika yang bersangkutan tidak terima dan merasa terintimidasi.

Berdasarkan Buku Panduan Melawan Bullying oleh Komunitas anti-bullying Sudah Dong, bullying merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain. Tujuannya, yakni menyakiti dan dilakukan secara terus-menerus.

Terkait bullying di sekolah, riset dari komunitas ini menyatakan, 71 persen siswa menganggap bullying sebagai sebuah masalah di sekolah. Kemudian, 10 persen siswa keluar atau pindah sekolah karena menghindari bullying. Yang lebih parah, 90 persen pelajar kelas IV SD sampai VIII SMP telah melapor bahwa menjadi korban bullying di sekolahnya.

Pemicu tindakan ini sendiri bisa bermacam-macam, mulai dari perasaan ingin mencari perhatian, permusuhan, dendam hingga pengaruh buruk dari media. Akibat bullying, lingkungan sekolah yang seharusnya kondusif untuk belajar justru membuat para siswa menjadi terancam. Apalagi bullying di sekolah kini tidak lagi dimonopoli oleh senior kepada junior, melainkan dilakukan juga antarteman seangkatan.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini