nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setiap Hari 500 Anak Meninggal di Afrika

Rabu 16 Desember 2015 12:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 12 16 18 1268631 setiap-hari-500-anak-meninggal-di-afrika-nwC3XVchlG.jpg Anak-anak mengalami kekurangan gizi di Afrika (foto: Ist)

NEW YORK - Sebanyak 500 anak meninggal setiap hari akibat kekurangan air yang aman dan kebersihan di Sub-Sahara Afrika, kata Dana Anak PBB (UNICEF) pada Selasa (15/12).

"Dengan jumlah penduduk yang hampir berlipat-ganda dalam 25 tahun belakangan di wilayah tersebut, akses ke kebersihan hanya meningkat sebesar enam persen dan ke air sebanyak 20 persen selama masa yang sama, sehingga jutaan orang tertinggal," kata Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq kepada wartawan di Markas Besar PBB, New York.

"Angka akses paling rendah ke air minum yang ditingkatkan terdapat di Guinea Ekuator, Chad dan Republik Demokratik Kongo," kata Haq dalam taklimat harian di Markas Besar PBB.

Haq mengeluarkan pernyataan tersebut saat konferensi Afrika Tengah dan barat mengenai pendanaan bagi air dan kebersihan dimulai pada Selasa di Dakar, Ibu Kota Senegal.

"Sementara anak-anak meninggal hampir setiap hari, pertumbuhan jutaan anak terhambat, sangat banyak korban ekonomi, itu bukan masalah biasa," kata Direktur Regional UNICEF untuk Afrika Tengah dan Barat Manuel Fontaine, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu siang.

"Langkah kemajuan harus dipercepat secara mendasar --dan kebijakan kuat perlu diambil; pendanaan kokoh; dan perubahan besar dalam pemberian prioritas di kalangan mereka yang memiliki kekuasaan untuk bertindak," katanya.

Saat ini, hampir separuh penduduk global yang tak memiliki akses ke air minum yang ditingkatkan tinggal di Sub-Sahara Afrika dan sebanyak 70 juta orang di wilayah tersebut tak memiliki akses ke kebersihan yang ditingkatkan.

UNICEF menyatakan tanpa tindakan cepat, situasi dapat secara drastia memburuk dalam waktu 20 tahun ke depan, saat penduduk yang bertambah dengan cepat melucuti upaya pemerintah untuk memberikan layanan dasar.

Konferensi pertama West and Central Innovative Financing for Water Sanitation & Hygiene direncanakan diselenggarakan oleh UNICEF melalui kerja sama dengan Pemerintah Senegal dan Dewan Menteri Afrika Urusan Air.

UNICEF telah mengundang 24 pemerintah di sub-wilayah itu untuk bertemu dengan bank penanam modal utama, organisasi internasional, pengusaha dan ahli. Tujuannya ialah untuk menemukan mekanisme baru guna meningkatkan dana 20-30 miliar dolar AS per tahun yang diperlukan sektor terkait untuk mewujudkan akses universal ke air dan kebersihan ke Afrika Tengah dan Barat.

Perkiraan PBB ialah kerugian ekonomi global akiabt kekurangan air, kebersihan dan kesehatan berjumlah 260 miliar dolar AS per tahun. Sebagai sub-wilayah dengan akses paling buruk, Afrika Tengah dan Barat memikul bagian besar dari beban tersebut.

Tak satu pun negara di Afrika Tengah dan Barat memiliki akses universal ke air minum yang ditingkatkan. Menurut Laporan Pemantauan Gabungan UNICEF/Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2015, angka tertinggi terdapat di Sao Tome & Principe (97 persen), Gabon (93 persen) dan Cabo Verde (92 persen). (ANT)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini