nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Membaca Buku Raksasa di Unika Soegijapranata

Kamis 17 Desember 2015 17:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 12 17 65 1269722 membaca-buku-raksasa-di-unika-soegijapranata-tqHRX9Bg4z.jpg Pameran karya mahasiswa DKV di Unika Soegijapranata Semarang. (Foto: dok. KR)

SEMARANG - Sebuah pameran hasil karya mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Unika Soegijapranata digelar di kampus. Di sini, pengunjung bisa membaca buku berukuran besar yang dibuat mahasiswa.

Pameran dibuka oleh Ketua Program Studi DKV Unika Soegijapranata, A Dicky Prastomo SIP MA. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Thomas Aquinas Unika Soegijapranta itu berlangsung hingga Jumat, 18 Desember.

Materi pameran merupakan hasil tugas akhir para mahasiswa DKV Unika yang terpilih sebagai juara dalam seleksi yang dilakukan Tim penilai Dosen DKV. Termasuk di antaranya adalah Buku Raksasa yang merupakan desain grafis berisi ilustrasi cerita mitos-mitos di Indonesia. Desainnya dibuat menarik sehingga membuat pengunjung melihat dan menyimak dari dekat.

"Buku Raksasa ini kami kerjakan bersama-sama dalam satu kelompok beranggotakan 27 mahasiswa DKV Unika, dan pernah mengikuti pameran serupa di Bali dalam Pameran DKV tingkat nasional tahun lalu. Pameran di Bali diikuti beberapa perguruan tinggi regional Jawa, Sumatera, dan Bali," ungkap Christma, mahasiswa DKV semester lima.

Display lain yang menarik dalam pameran ini adanya peta wilayah dan peta digital. Tidak sekadar peta, desainnya dibuat atraktif sehingga membuat orang tertarik berkunjung ke tempat yang dimunculkan dalam peta. Ada juga karya lainnya yang bentuknya berbeda seperti lomba musik keroncong dan lain-lain.

Salah satu instalasi pameran yang cukup informatif adalah desain informasi media sosial panjat gunung yang diberi nama "Sahabat Pendaki". Display ini berisi informasi lengkap tentang karakteristik gunung-gunung di Indonesia, navigasi gunung, persiapan dan pendakian gunung termasuk di dalamnya jalur kontak base camp dan trekingnya.

"Seringkali para pendaki amatir belum tahu risiko-risiko yang muncul saat melakukan pendakian, sehingga minimnya pengetahuan tentang persiapan pendakian, medan pendakian dan karakteristik gunung bisa berakibat fatal bagi si pendaki," ungkap Gregorius Eky, penggagas program media sosial "Sahabat Pendaki" ini.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini