nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2015, Terjadi 286 Pergerakan Tanah di Jabar

ant, Jurnalis · Senin 21 Desember 2015 13:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 12 21 525 1271983 2015-terjadi-286-pergerakan-tanah-di-jabar-vNP45TFCj5.jpg Bencana Pergerakan Tanah di Cianjur, Jawa Barat (Foto: Okezone)

BANDUNG - Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat dari awal tahun hingga 5 November 2015 telah terjadi 286 kejadian pergerakan tanah di Provinsi Jawa Barat.

Kepala BPBD Provinsi Jawa Barat Haryadi Wargadibrata, Senin (21/12/2015), di Bandung mengatakan, jumlah kejadian pergerakan tanah tahun 2015 menurun jika dibandingkan dengan tahun 2014 yakni mencapai 467 kejadian.

"Adapun jumlah korban meninggal dunia akibat gerakan tanah dari awal tahun hingga 5 November 2015 mencapai 118 jiwa dan korban luka-luka 74 orang. Jumlah ini menurun jika dibandingkan tahun 2014 yakni 163 jiwa dan korban luka-luka 430 orang," kata dia.

Kejadian pergerakan tanah selama 2015 di Provinsi Jawa Barat, kata dia, telah menyebabkan rumah rusak sebanyak 885 unit dan rumah terancam rusak sebanyak 1.206 unit.

Ia mengatakan jumlah rumah rusak akibat pergerakan tanah pada tahun 2014 jauh lebih banyak dibandingkan tahun 2015, tahun lalu jumlahnya mencapai 5.490 unit dan rumah terancam rusak 2.002 unit.

"Selain itu, pergerakan tanah di Jawa Barat dari awal hingga 5 November 2015 telah menyebabkan kerusakan lahan pertanian mencapai 49,25 hektare dan jalan rusak sepanjang 1.049 meter," kata dia.

Pihaknya mencontohkan gerakan tanah jenis longsoran bahan rombakan terjadi pada lereng atas jalur pipa PLTP PT Star Energy, di Kampung Cibitung, Kabupaten Bandung, "Di sana terlihat pipa tersebut putus dan terseret dari tempat asal. Sebagian rumah penduduk di Kampung Cibitung yang selamat dari kejadian gerakan tanah Tanggal 5 Mei 2015. Terlihat posisi gawir utama gerakan tanah mengarah ke permukiman di Kampung Cibitung," kata dia.

Pergerakan tanah juga terjadi di Kampung Cimerak, Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat pada Sabtu, tanggal 28 Maret 2015.

Gerakan tanah mengakibatkan 12 orang meninggal dunia, 11 rumah tertimbun material longsoran, jalan desa sepanjang 40 meter tertimbun material longsoran, berdasarkan pendataan dari pihak Pemda rumah yang terancam 97 rumah.

Lebih lanjut ia mengatakan pergerakan tanah jenis longsoran bahan rombakan terjadi pada kampung Pasirwangi, Desa Pasirwangi, Kabupaen Garut, kejadian pada awal tahun 2015 yang berdampak 5 rumah hancur terbawa longsoran bahan rombakan dan 6 rumah terancam longsoran.

Gerakan tanah terjadi pada Kampung Ciguha, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, yang berada pada area penambangan PT ANTAM.

"Lambat laun tanah pada lereng tersebut dapat menjadi jenuh dan dapat menyebabkan terjadinya gerakan tanah dikarenakan lembah alur sungai yang dalam dan rembesan air yang mengalir pada lereng yang terjal," kata Haryadi.

"Lereng yang nampak berserakan merupakan bekas aktivitas penambangan emas, yang sudah dilakukan pembersihan sehingga perlu dilakukan penghijauan dengan tanaman yang berakar kuat dan dalam," katanya menambahkan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini