Sepeda Listrik Tenaga Surya ala Mahasiswa ITSB

Neneng Zubaidah, Koran SI · Selasa 22 Desember 2015 17:34 WIB
https: img.okezone.com content 2015 12 22 65 1272946 sepeda-listrik-tenaga-surya-ala-mahasiswa-itsb-aPfNHnnFPU.jpg Sepeda listrik buatan mahasiswa ITSB, Giasa Lutfiah (insert). (Foto: ist.)

BIKE to work sekarang menjadi gaya hidup kaum urban. Tidak hanya menyehatkan, namun juga membantu menurunkan polusi agar bumi semakin sehat. Kesukaan bersepeda inilah yang memicu mahasiswa desain industri Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB) Giasa Lutfiah membuat sepeda listrik bertenaga surya sebagai tugas akhirnya.

Giasa menamakan sepedanya Energy Bike. Sebelumnya memang sudah banyak tercipta sepeda bertenaga surya. Namun Giasa membuat sepedanya dengan pendekatan desain produk industri. Jadi Energy Bike tidak sekedar menerapkan solar cell namun mempertimbangkan aspek ergonomic, material, penampilan dan kelayakan produksi.

"Aspek tersebut adalah hal penting untuk produk yang fungsional, bagus penampilan dan bernilai ekonomi," kata Giasa, ketika ditemui di Jakarta, Selasa (22/12/2015).

Gadis berjilbab ini menuturkan, listrik didapat ketika sepeda menyerap sinar mentari melalui solar cell selama lima jam. Lalu sepeda bisa dipakai berkeliling dengan kecepatan 20 km/jam selama dua jam dengan jarak jelajah sepanjang 40 km. Beban yang dapat dibawa sepeda ini hingga 100 kg.

"Sepeda ini awalnya didesain sebagai transportasi mahasiswa ITSB. Survei menyatakan mahasiswa ITSB menempuh waktu rerata dari kampus ke rumah kurang dari dua jam dengan jarak tempuh kurang dari 40 km. Sepeda ini bisa menjadi alternatif transportasi selain mobil dan motor," paparnya.

Menurut Giasa, keunggulan sepeda ini selain bertenaga surya adalah tidak dilengkapi pedal dan rantai. Sehingga ketika listriknya habis bisa dikendarai dengan mode otoped. Dia juga membuat sepedanya ramping meski di dalam pijakannya terdapat berbagai macam komponen seperti baterai 12 volt, controller dan power booster.

"Desain minimalis ini dipilih agar industri tertarik memproduksi massal sepeda saya," imbuh Giasa.

Cewek kelahiran 23 Juli 1994 ini mengaku menghabiskan waktu satu tahun untuk menyelesaikan proyeknya. Bahkan dia rela merogoh kocek tabungannya hingga Rp10 juta untuk membuat Energy Bike tersebut. Ke depan, ujar Giasha, produk akan dikembangkan ke bentuk yang lebih artistik sesuai dengan perkembangan teknologi sel surya.

"Misalkan dengan menggunakan sel surya yang bertipe monokristal (elastis seperti kain) yang saat ini hanya bisa dibeli di China. Sehingga sel suryanya bisa diletakkan pada posisi yang saat ini dianggap tidak mungkin untuk mencari desain sepeda yang lebih luas," tuturnya.

Rektor ITSB Ari Darmawan Pasek mengaku bangga dengan hasil karya mahasiswanya tersebut. Sebab produk sepeda Giasa mendukung pelestarian lingkungan. Menurut dia, produk ramah lingkungan seperti ini perlu diproduksi massal karena alam sudah mengalami perubahan iklim. Apalagi energi matahari adalah energi terbarukan yang potensial. Sepeda listrik ini juga cocok dipakai di kawasan perumahan atau industri.

Ari menuturkan, dia akan mencari sponsor pihak swasta untuk membantu memproduksi massal sepeda buatan Giasa menjadi transportasi di kampusnya. Nanti mahasiswa yang turun dari bus di terminal kampusnya bisa menggunakan sepeda ke dalam kampus yang berjarak 1 km.

"Saya akan meminta Sinar Mas untuk membantu memproduksi sepeda bertenaga surya ini," terangnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini