nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pekan Depan, Rusia Bangun Reaktor Nuklir Baru di Iran

Jihad Dwidyasa , Jurnalis · Rabu 23 Desember 2015 13:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 12 23 18 1273441 pekan-depan-rusia-bangun-reaktor-nuklir-baru-di-iran-JU9wO3o8u3.jpg Satu reaktor nuklir buatan Rusia yang dibangun di selatan Iran (Foto: Reuters)

TEHERAN – Pemerintah Rusia baru-baru ini mengumumkan tentang rencananya untuk kembali membangun dua reaktor nuklir baru di Iran, sesuai dengan kesepakatan kedua negara yang dicapai pada 2014.

Berdasarkan Wakil Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Behrouz Kamalvandi, pembangunan reaktor nuklir baru oleh pihak Rusia akan dimulai pekan depan.

“Sesuai dengan kesepakatan dan kontrak yang ditandatangani pemimpin Rusia dan Iran, pembangunan dua reaktor nuklir baru itu akan dimulai pekan depan,” ucap Kamalvandi, sebagaimana dikutip Al Jazeera, Rabu (23/12/2015).

Sementara itu, menurut Kepala Perusahaan Nuklir Rusia Rosatom, Sergei Kiriyenko, serangkaian kesepakatan Rusia-Iran pada tahun lalu bahkan diprediksi telah menyetujui proses pembangunan sembilan reaktor nuklir di Iran.

“Reaktor nuklir Rusia di Iran sudah ada satu yang dibangun di wilayah Selatan Iran. Namun, saya yakin dari kesepakatan tahun lalu, diprediksi akan ada sembilan proyek pembangunan reaktor nuklir lagi,” ujar Kiriyenko.

Menurut Kamalvandi, pembangunan reaktor nuklir buatan Rusia ini sejalan dengan kesepakatan akhir nuklir Iran dengan enam negara kekuatan dunia, atau P5+1 (AS, Jerman, Inggris, Prancis, Rusia, dan China).

Kendati demikian, beberapa pihak mencurigai adanya indikasi pelanggaran terhadap kesepakatan nuklir, jika pembangunan reaktor buatan Rusia ini diteruskan.

Sebagaimana diberitakan, berdasarkan kesepakatan nuklir yang ditandatangani pada 14 Juli 2015 di Wina, Austria, sanksi dari AS, Uni Eropa, dan PBB, akan dicabut. Sebagai gantinya, Iran setuju untuk membatasi program nuklirnya dalam jangka waktu yang sangat lama.

Kesepakatan tersebut juga mengharuskan Iran untuk mengurangi produksi uraniumnya selama satu dekade. Hal itu diperlukan supaya enam negara kekuatan dunia, atau P5+1 (AS, Prancis, Inggris, Jerman, Rusia, dan China) percaya bahwa Iran tak berupaya membuat senjata nuklir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini