Image

Angka Putus Sekolah Indonesia Nomor Dua di Dunia

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis · Rabu 23 Desember 2015, 08:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 12 23 65 1273279 angka-putus-sekolah-indonesia-nomor-dua-di-dunia-xOLxtkZ46W.jpg Ilustrasi Foto: dok. Okezone.

JAKARTA - Banyak anak Indonesia putus sekolah telah menjadi pekerjaan rumah pemerintah sekian lama. Nyatanya, angka putus sekolah jenjang SMA di Tanah Air begitu tinggi.

Laporan terbaru Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), Education at Glance 2015, seperti dikutip Okezone, Rabu (23/12/2015) menyebutkan, persentase masyarakat suatu negara yang menyelesaikan pendidikan menengah, yaitu setara SMA, bervariasi pada berbagai negara. Sistem pendidikan menengah sendiri dirancang untuk menyiapkan siswa dalam memasuki pendidikan tinggi. Kegagalan menyelesaikan pendidikan menengah ini dapat menyebabkan kesulitan tersendiri dalam mencari pekerjaan.

Merujuk pada laporan tersebut, 17 persen kelompok usia dewasa muda (25-34 tahun) tidak menyelesaikan pendidikan menengah mereka pada 2013. Angka ini merupakan hasil perbandingan dengan 34 persen kelompok usia dewasa (55-64 tahun) di semua negara OECD.

Laporan ini juga menggunakan data UNESCO Institute of Statistics (UIS) untuk menentukan tingkat penyelesaian pendidikan menengah di negara lain. Hasil perhitungan menunjukkan, 64 persen dari masyarakat kelompok usia 25-34 tahun di China gagal menyelesaikan pendidikan menengah mereka. Indonesia dan Meksiko juga memiliki tingkat putus sekolah jenjang SMA yang tinggi.

Angka putus sekolah jenjang SMA ini jarang dijumpai di Korea Selatan (Korsel). Hanya dua persen penduduk Korsel pada kelompok usia 25-34 tahun yang tidak menamatkan pendidikan menengah. Di Amerika Serikat, satu dari 10 siswa drop out dari SMA.

Berikut data persentase negara dengan tingkat putus SMA tinggi di dunia.

1. China - 64 persen

2. Indonesia - 60 persen

3. Meksiko - 54 persen

4. Turki - 50 persen

5. Brasil - 39 persen

6. Spanyol - 34 persen

7. Italia - 26 persen

8. Afrika Selatan - 23 persen

9. Norwegia - 19 persen

10. Prancis - 15 persen

11. Inggris - 14 persen

12. Australia - 13 persen

13. Jerman - 13 persen

14. Amerika Serikat - 10 persen

15. Irlandia - 10 persen

16. Kanada - tujuh persen

17. Korea Selatan - tujuh persen

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini