Gubernur Jawa Barat Didapuk Jadi Guru Online

Marieska Harya Virdhani, Okezone · Rabu 23 Desember 2015 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2015 12 23 65 1273658 gubernur-jawa-barat-didapuk-jadi-guru-online-60XZXRvCmx.jpg Ahmad Heryawan didapuk jadi guru online. (Foto: Dok. Okezone)

DEPOK - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dinilai salah satu tokoh yang paling rajin berkicau di dunia pendidikan. Sebagai tokoh, Kang Aher sudah berkicau hingga 18.125 kicauan dengan 310.151 followers dan 751 following per Sabtu, 19 Desember 2015 pukul 19.00 WIB.

Kicauannya dinilai sarat dengan nilai-nilai religius dan edukatif. Sekolah Al Ma'mun Education Center (AMEC) Bojongsari Depok melakukan kajian dan analisis terhadap peran para tokoh elite politik yang aktif di media sosial secara online sebanyak 99 tokoh.

"Bagi para tokoh yang pesan atau komentarnya bernilai edukatif dan religius, kami memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan sebagai Guru Online," kata Direktur Sekolah Al Ma'mun Education Center (AMEC) Bojongsari Depok Ma'mun Ibnu Ridwan dalam keterangan tertulis, Rabu (23/12/2015).

Ma'mun menambahkan Kang Aher dinilai aktif menyapa warga nitizen dengan kalimat yang baik, memberikan pesan-pasan agama yang damai dan menginspirasi kepada publik, saran atau nasihat atas beberapa masalah yang muncul. Beberapa pesan atau komentarnya pun mendapat respon positif dari warga nitizen.

"Lalu Ahmad Heryawan aktif memberikan informasi yang menjadi tanggung jawabnya sebagai Gubernur Jawa Barat," ungkapnya.

Para tokoh sejatinya juga sebagai guru dalam dunia pendidikan sebagai kelompok guru nonformal. Sedangkan guru di sekolah adalah guru formal, sedangkan di lingkungan keluarga, orangtua adalah guru informal.

"Ketiga kelompok guru itulah yang saling mempengaruhi anak- anak di Indonesia dan dunia pada umumnya.

Trend pembelajaran anak-anak, pada saat ini, selain bersumber dari bahan ajar yang disediakan para guru di sekolah, juga berdasarkan informasi atau data dari dunia online. Untuk itu, kami melakukan kajian dan analisa terhadap berbagai informasi bahan ajar dari internet atau media sosial," ungkap Ma'mun.

Kajian dilakukan secara masif masuk ke perangkat elektronik HP/tablet/komputer anak-anak. Kajian difokuskan pada pikiran atau kicauan para tokoh berbagai profesi, yang turut mempengaruhi pikiran, sikap dan prilaku anak-anak di Sekolah AMEC mulai tingkat SDIT,SMPIT dan SMK AMEC dan juga anak-anak di seluruh Indonesia. (afr)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini