nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cambuk Akhir Tahun Jadi Tontonan Wisatawan & Anak-Anak

Salman Mardira, Jurnalis · Selasa 29 Desember 2015 00:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 12 28 340 1276377 cambuk-akhir-tahun-jadi-tontonan-wisatawan-anak-anak-k5wcR1AjQq.jpg ilustrasi (Foto: Antara)

BANDA ACEH - Eksekusi cambuk terhadap enam pelaku mesum dan judi di halaman Masjid Baiturrahim, Ulee Lheu, Banda Aceh, ternyata ikut menjadi tontotan wisatawan dan anak-anak.

Mereka berbaur dengan warga lainnya, berdiri di balik pagar menyaksikan satu per satu pelanggar qanun syariat Islam dieksekusi di atas panggung, Senin (28/12/2015). Turis menyaksikan ini berasal dari dalam negeri.

Seperti Dahniar. Perempuan asal Medan, Sumatera Utara ini sedang menghabiskan liburan akhir tahun bersama keluarganya di Banda Aceh. Begitu tahu ada eksekusi cambuk hari ini, ia pun datang ke lokasi.

Dahniar mengaku tidak heran dengan pelaksanaan cambuk di Aceh, karena daerah ini menerapkan syariat Islam. Dia mendukung penerapan cambuk ini. "Agar bisa menjadi pelajaran bagi kita semua terutama kaum muslimin," katanya.

Menurutnya, hukuman cambuk ini harus menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan terlarang. "Karena itu semua bisa merusak masyarakat, terus membuat keluarga malu juga," ujarnya.

Selain wisatawan lokal, eksekusi enam qanun pelanggar syariat Islam tadi juga disaksikan anak-anak di bawah umur.

Padahal di lokasi eksekusi, panitia berulang kali meminta lewat pengeras suara agar anak-anak di bawah usia 15 tahun untuk meninggalkan lokasi.

Namun, imbauan itu tak berjalan. Anak-anak tetap saja bisa berdiri bersama orang dewasa di belakang pagar pembatas, menyaksikan eksekusi. Sebagian mereka datang dengan orangtuanya.

Bahkan di lantai dua masjid, sekumpulan bocah dengan santai menonton cambuk. Dahniar menyayangkan ketidak tegasan petugas dalam melarang anak-anak di bawah umur menyaksikan eksekusi cambuk. "Sebenarnya itu kurang bagus untuk mental anak," ujarnya.

Menurutnya para orangtua yang sudah terlanjur membawa anaknya menyaksikan cambuk, harus menjelaskan kepada anaknya demi menjaga psikologi si anak.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini