nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tagih Uang Bayaran, Waria Dibacok Teman Kencan

Didin Jalaludin, Jurnalis · Senin 28 Desember 2015 03:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 12 28 525 1275652 tagih-uang-bayaran-waria-dibacok-teman-kencan-f1y6unbDwy.jpg Ilustrasi (Okezone)

PURWAKARTA - Seorang waria pekerja salon dibacok  teman kencannya menggunakan golok di rumah kontrakannya, Jalan Terusan Kapten Halim Desa Cihuni Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Minggu 27 Desember 2015. Akibatnya, korban yang diketahui bernama asli Suhandi (31) tersebut harus dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Bayu Asih. 

Menurut Asep (32), warga desa setempat, peristiwa yang menggemparkan kampungnya ini bermula saat korban yang baru pulang dengan seorang pria bertubuh kekar menggunakan sepeda motor ke rumah kontaran korban yang jaraknya tidak jauh dari salon korban berkerja.

Saat itu, tiba-tiba warga mendengar kegaduhan. Warga yang sebelumnya tidak menghiraukan kegaduhan tersebut, mendengar suara korban yang akrab dipanggil Vanesa ini menjerit-jerit minta tolong. 

"Awalnya warga dikagetkan dengan keributan dari dalam kontrakan korban yang terkunci dari dalam. Karena mendengar korban minta tolong, kami langsung mendobrak pintu kontrakan itu. Saat pintu terbuka Vanesa berlari ke luar dengan kondisi tubuh yang sudah berlumuran darah segar. Ternyata dia mengalami luka cukup serius di bagian kepala dan perutnya kaibat dibacok," kata Asep.

Sementara, di dalam kontrakan korban, seorang pria yang ternyata adalah teman kencan korban kepergok tengah memegang sebilah golok. Warga langsung menangkap pria yang diketahui bernama Andi (30) tersebut. Tidak hanya menangkapnya, warga pun menghakimi pria yang diduga sebagai pelaku tersebut hingga babak belur. 

Polisi yang datang ke tempat kejadian, kemudian mengamankan pelaku dari amukan massa. Di hadapan petugas, pelaku mengaku nekat membacok korban karena merasa kesal, korban terus menerus menagih uang sisa pembayaran kencan, yang semula dijanjikan Rp50 ribu. Sementara pelaku baru membayar korban Rp20 ribu.

"Saya kesal karena terus ditagih, padahal sudah saya kasih Rp20 ribu, tapi malah nahan STNK dan KTP saya," kata Andi. 

(fds)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini