Di-Black List AS, Muslim Cilik Ini Dicap Teroris

Randy Wirayudha, Okezone · Selasa 05 Januari 2016 00:50 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 05 18 1280739 di-black-list-as-muslim-cilik-ini-dicap-teroris-T00Drqm5M4.jpg Syed Adam Ahmed, bocah muslim yang dianggap ancaman buat AS (Foto: CBC.ca)

TORONTO – Kasus diskriminasi dan Islamophobia kembali mendera warga muslim di negara-negara barat. Syed Adam Ahmed jadi korban diskriminasi dan Islamophobia setelah di-black list atau dimasukkan daftar hitam sebagai terduga teroris.

Padahal, Adam sendiri baru berusia enam tahun. Tapi muslim cilik kelahiran Toronto, Kanada tersebut, ternyata termasuk dalam daftar ancaman, setelah namanya dimasukkan database Maskapai Air Canada saat jelang boarding pesawat.

Padahal ketika itu, Adam dan keluarganya hendak berlibur menikmati malam pergantian tahun ke Amerika Serikat (AS), dengan tujuan ke Boston, Negara Bagian Massachusetts.

Sang ayah, Sulemaan Ahmed pun mengaku heran dan sempat emosi, ketika petugas Maskapai Air Canada di Bandara Internasional Pearson, Toronto, menyatakan nama anaknya ada di daftar DHP (Deemed High Profile).

“Kenapa seorang bocah enam tahun (kelahiran Kanada), ada di daftar DHP dan daftar tidak boleh terbang? Anak saya juga harus melewati enam pemeriksaan keamanan. Dia baru berusia enam tahun,” ketus sang ayah, dikutip Mirror, Selasa (5/1/2016).

Sulemaan juga mengaku sempat meng-caption gambar di layar komputer yang menyatakan nama anaknya, ada di daftar black list dan daftar larangan terbang. Sang ayah kemudian meng-upload foto tersebut ke akun Twitter-nya.

“Saya tak berkicau (di Twitter) dalam keadaan marah. Situasinya sangat konyol dan membuat Anda harus tertawa.

Sementara sang ibu, Khadija Cajee, menyatakan anaknya dicap teroris karena punya nama muslim. “Pada dasarnya dia (Adam) di-black list hanya karena dia seorang muslim,” timpal Khadija.

Kejadian ini akhirnya turut ditanggapi pihak pemerintah Kanada yang diwakili Menteri Keamanan Dalam Negeri, Ralph Goodale.

“Laporan tentang Tuan Ahmad dan putranya, Adam yang mengalami diskriminasi dalam rencana perjalanan mereka ke Boston, jadi perhatian kami. Saya akan me-review kasus-kasus serupa dengan beberapa otoritas terkait dalam beberapa hari ke depan,” terang Goodale.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini