nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bukti Kurikulum 2013 Mampu Bentuk Karakter Siswa

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis · Kamis 07 Januari 2016 19:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 01 07 65 1283012 bukti-kurikulum-2013-mampu-bentuk-karakter-siswa-8l7Al71TzJ.jpg Ilustrasi Foto: dok. Okezone.

DEPOK – Pro kontra pemberlakuan kurikulum 2013 pada tahap awal rupanya saat ini sudah mulai dirasakan hasilnya. Para guru menilai siswa yang belajar dengan kurikulum 2013 jauh lebih berkarakter.

Pasalnya setiap mata pelajaran dalam kurikulum 2013 mengajarkan pengembangan karakter dan budi pekerti. Budaya dan pengembangan karakter setiap saat di sekolah menjadi awal proses pembelajaran.

"Dalam kurikulum 2013 pengembangan karakter diterapkan. Pengetahuan keterampilan kompetensi sosial, spiritual dan pembentukan karakter. Semua mata pelajaran wajib berikan itu ada istilahnya Kompetensi Inti 1 dan Kompetensi Inti 2. Efektifnya diberikan kepada kelas XII sekarang, dan kelas X saat tahun 2013. Pengembanagan tak hanya siswa tapi lingkungan terlibat,” kata Humas SMAN 1 Depok Deden Suryasa, Kamis (7/1/2015).

Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Bidang Kurikulum Ali Hidayat mengatakan, kurikulum 2013 juga sejalan dengan kuota 20 persen siswa miskin yang ditetapkan Pemerintah Kota Depok di tiap sekolah. Dalam penerapannya, pendidikan berkarakater yang cocok bagi kelompok siswa ini adalah pendidikan kewirausahaan.

"Jalur kuota siswa miskin tentu ada difrensiasi tetapi tetap disesuaikan dengan kurikulum 2013. Mereka lebih diarahkan pada pengembangan kewirausahaan ada istilahnya Kompetensi Inti 4 dalam kurikulum 2013. Mereka sedang dibina ke arah itu. Baik tata boga, servis motor dan elektronik,"katanya.

Demikian juga dengan kuota siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) satu persen tiap sekolah. Kurikulum 2013 juga mendorong siswa untuk mampu saling bantu dengan teman-temannya.

"Siswa membantu temannya yang berkebutuhan khusus. Kurikulum 2013 tidak mengajarkan mereka merasa di-bully atau tersisih. Justru saling bantu," jelasnya.

Hal itu diakui siswa SMAN 1 Kelas XII IPS Rafli Fajar. "Kami dididik untuk jujur percaya pada diri sendiri, untuk tidak mencontek tengok kanan kiri jika ujian. Agar siswa lebih berkarakter," tutur Rafli.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini