Share

Kebijakan Dua Anak China Jadi Program Jangka Panjang

Silviana Dharma, Okezone · Senin 11 Januari 2016 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 11 18 1285495 kebijakan-dua-anak-china-jadi-program-jangka-panjang-sdBzxEZEOc.jpg China keluarkan kebijakan dua anak. (Foto: family.lovetoknow)

BEIJING - China menghadapi penurunan jumlah warga yang berada di usia produktif. Untuk itu, Pemerintah Kepresidenan Xi Jinping sejak awal tahun 2016, mengeluarkan aturan baru yang memperbolehkan masyarakat Negeri Tirai Bambu memiliki anak kedua.

Hal ini dilakukan karena berdasarkan perhitungan tingkat populasi pada tahun 2050, penduduk China akan mencapai 1,45 juta jiwa.

Sepertiganya diprediksi berusia di atas 60 tahun. Situasi ini menunjukkan, jumlah orang tua bertambah, sedangkan anak muda yang mampu menyokong orang tua semakin berkurang.

“Setelah beberapa waktu, seiring dengan perubahan demografi. Dilihat dari perkembangan kondisi sosial dan ekonomi kita (China) sekarang, kami memutuskan untuk mengadopsi kebijakan pembatasan populasi yang berbeda,” terang Wang Pei’an, Wakil Menteri Kesehatan Nasional dan Komisi Perencanaan Keluarga, dikutip daru Reuters, Senin (11/1/2016).

Wang sendiri mengakui, parlemen hingga saat ini belum bisa memutuskan sampai kapan kebijakan baru ini akan dicanangkan. Beberapa kritikus lokal menilai penerapan aturan dua anak ini sudah terlambat, karena banyak pasangan menikah tak lagi ingin punya dua anak.

Namun, masalah orang lanjut usia ini juga sudah sangat mengkhawatirkan sehingga pemerintah perlu segera mengisi kekosongan tersebut agar tercapai keseimbangan yang diharapkan. Sehingga para orang tua tidak menjadi beban perekonomian negara.

“Masalah utama China dengan tenaga kerja, bukan soal jumlah, melainkan bagaimana meningkatkan kualitas pekerja,” kata Wang.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dengan adanya kebijakan maksimal dua anak, jumlah tenaga kerja di China bisa meningkat hingga lebih dzari 30 juta pada tahun 2050. Sementara para manula bisa ditekan jumlahnya sekira dua persen dari jumlah populasi pada 2030.

Kebijakan satu anak di China pertama kali diperkenalkan pada akhir 1970-an guna mencegah pertumbuhan penduduk di negeri Panda yang membludak. Pada masa itu, mereka hanya boleh memiliki satu anak saja.

Namun jika anak pertamanya perempuan, mereka boleh memiliki anak kedua apabila mendambakan anak laki-laki. Sekira 400 juta kelahiran dapat dicegah selama 3 dekade dijalankannya program ini.

Kini aturan ini dianggap tidak lagi relevan. Sehingga pemerintah membolehkan setiap keluarga yang meski sudah punya anak pertama laki-laki, boleh melahirkan lagi anak kedua, tidak peduli laki-laki atau perempuan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini