nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Kelompok Pelajar SMK Bersenjata Tajam Saling Serang

Didin Jalaludin, Jurnalis · Selasa 19 Januari 2016 20:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 01 19 525 1292166 dua-kelompok-pelajar-smk-bersenjata-tajam-saling-serang-BlsSfdcRaO.jpg

PURWAKARTA - Dua kelompok pelajar terlibat aksi saling serang menggunakan batu dan senjata tajam di Jalan Baru, Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (19/1/2016). Meski tidak ada korban jiwa, namun aksi para siswa yang berasal dari dua sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta ini cukup meresahkan warga. Pasalnya, bukan kali pertama terjadi.

Aksi tawuran pelajar yang pecah sekira pukul 13.00 WIB ini berlangsung cukup lama. Tampaknya warga setempat dan sejumlah pengendara yang melintas di Jalan Baru ketakutan, mereka memilih membiarkan massa saling serang. Dalam aksi tawuran itu, ada beberapa pelajar yang terluka kena lemparan batu. Bak perang dalam film, mereka yang sudah terluka lebih memilih mundur dan digantikan oleh pelajar lain untuk melakukan penyerangan.

Beberapa saat kemudian datang tim gabungan satgas anti tawuran pelajar pendidikan berkarakter yang dibentuk Pemkab Purwakarta. Anggota satgas yang berasal dari unsur TNI/Polri, Satpol PP dan Dishub ini lasung membubarkan dan memburu para pelajar yang sedang asyik adu lempar batu dan kejar kejaran sambil membawa senjata tajam tersebut.

Tidak hanya itu, anggota satgas juga berhasil menangkap empat pelajar yang terlibat tawuran, mereka ternyata berasal dari SMK YPK dan SMK Bintar. Ke empat orang pelajar tersebut langsung dibawa ke markas satgas anti tawuran ke markas mereka di kantor Satpol PP.

"Kami berhasil mengamankan sejumlah Gir motor yang dijadikan mereka sebagai senjata tawuran tadi. Selain itu juga senjata tajam berupa golok dan samurai,"ungkap Serma Heri anggota Kodim 0619/Purwakarta yang tergabung dalam Satgas antitawura pelajar tersebut.

Empat pelajar yang ditangkap tersebut masing-masing satu orang berasal dari SMK YPK dam tiga orang dari SMK Bintar. Mereka masih duduk di kelas II dan I. Selaim dilakukan pembinaan, sebagai indak lanjut, pihaknya akan memanggil pihak sekolah dan juga ke empat orang pelajar tersebut. "Adapun mereka yang kedapati membawa senjata tajam akan kami serahkan ke Polisi,"tambah dia.

Tim anti tawuran ini rutin melakukan patroli di wilayah Purwakarta. Terutama di lokasi-lokasi yang dianggap rawan tawuran. Salah satunya di Jalan Baru. Meski pun lokasnya berada tidak jauh dari Pos Polisi Lalu Lintas namun tidak membuat para pelajar gentar melakukan tawuran. Pasalnya lokasi itu merupakan tempat berkumpul pelajar dan menjadi perlintasam beberapa kelompok pelajar yang berasal dari sejumlah SMK swasta di Purwakarta.

"Setiap minggunya selalu ada saja tawuran pelajar. Jadi tim yang disebut satgas anti tawuran pelajar pendidikan berkarakter ini fokus menangani untuk mencegah aksi tawuran kelompok pelajar,"tambahnya.

Sementara itu, salah seorang pelajar SMK YPK berinisial A (16), mengaku baru pertama ditangkap tim gabungan dan dibawa ke kantor Satpol PP Purwakarta. Alasanya ikut tawuran karena diajak teman. Karena ada temannya yang satu sekolah yang terkena lemparan batu oleh pelajar kelompok lain saat tawuran beberapa hari sebelumnya. "Ya Pak saya mah hanya ikut - ikutan," ujarnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini