BMKG Mulai Deteksi Munculnya Titik Panas di Kalimantan

Selasa 26 Januari 2016 15:49 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 26 340 1297515 bmkg-mulai-deteksi-munculnya-titik-panas-di-kalimantan-1EmIMPuoak.jpg ilustrasi kemarau (foto: Ist)

SAMPIT - Hujan masih sering mengguyur Provinsi Kalimantan Tengah, namun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mulai mendeteksi kemunculan titik panas dalam beberapa hari terakhir.

"Ini mungkin akibat mulai berkurangnya curah hujan. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memanfaatkan kondisi ini untuk membakar lahan," kata Kepala BMKG Stasiun Bandara Haji Asan Sampit, Yulida Warni di Sampit, Selasa, (26/1/2016).

Data BMKG Stasiun Bandara Haji Asan Sampit, pada pukul 05:00 WIB, satu titik panas terpantau di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan. Sementara pada Minggu (24/1) lalu, satu titik panas terpantau di Kecamatan Kotabesi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Meski jumlahnya hanya satu, namun ini menjadi peringatan diri bagi pemerintah daerah dan pihak terkait untuk waspada. Pencegahan dini harus dilakukan agar kebakaran lahan dan kabut asap tidak sampai terjadi lagi di daerah ini.

Saat kemarau cukup panjang pada 2015 lalu, Palangka Raya dan Kotim dilanda kebakaran lahan cukup parah. Kabut asap yang terjadi nyaris melumpuhkan aktivitas masyarakat. Penerbangan sempat lumpuh dan sekolah diliburkan.

Hal yang sangat ditakutkan masyarakat adalah dampak asap terhadap kesehatan. Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kebakaran Lahan dan Asap saat itu membuat sejumlah rumah oksigen untuk membantu masyarakat.

Kondisi yang sangat buruk ini diharapkan tidak sampai terjadi lagi. Untuk itulah diperlukan kewaspadaan dan pencegahan dini agar kebakaran lahan tidak sampai terjadi.

Penjabat Gubernur Hadi Prabowo saat berkunjung ke Sampit mengingatkan semua pihak waspada bencana. Selain ancaman banjir, Hadi juga memperingatkan pemerintah kabupaten/kota dan masyarakat mewaspadai kebakaran lahan.

"Terus aktifkan posko penanggulangan kebakaran lahan, Jangan menunggu kebakaran lahan terjadi, baru bergerak. Lakukan sosialisasi dari sekarang. Saya mengajak kita bersama meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Jangan lagi membuka lahan dengan cara membakar," harap Hadi.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini