nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Panci Alhamdu Allah, GP Ansor Minta Warga Tidak Terprovokasi

Nurul Arifin, Jurnalis · Rabu 27 Januari 2016 14:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 01 27 519 1298354 panci-alhamdu-allah-gp-ansor-minta-warga-tidak-terprovokasi-nRYcnMJT7F.jpg foto: Arie Yoenanto/Koran Sindo

SURABAYA - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jember meminta semua pihak melakukan kroscek terkait beredarnya panci bertuliskan Alhamdu Allah di Jember. Langkah kroscek agar masyarakat tidak terprovokasi.

"Mari berikir jernih, jangan mudah terbawa isu-isu yang memancing provokasi. Indonesia ini sangat mudah diprovokasi terutama menyangkut agama," kata Ketua GP Ansor Jember, Ayub Junaidi, kepada Okezone, Rabu (27/1/2016).

Ayub mengatakan, ada perbedaan antara kasus panci dan sandal bertuliskan Allah yang mencuat beberapa waktu lalu. Dalam kasus panci, tulisan Alhamdu Allah bisa dilepas karena berbentuk stiker yang ditempel. Sedangkan tulisan Allah di sandal bersifat melekat dan tentunya akan terinjak.

Dia mengimbau, dalam menyikapi kasus panci bertuliskan Alhamdu Allah itu sebaikanya dengan cara berbaik sangka. Karena mungkin saja produsen tidak memahami maksud dari tulisan tersebut.

"Jika memang yang dimaksud adalah Alhamdulilah, tentu penulisannya salah. Karena lafal tersebut dipisah sehingga berbunyi Alhamdu dan Allah," terangnya.

Oleh karena itu, sambungnya, setelah melakukan tabayyun (kroscek) langkah selanjutnya adalah memaafkan, jika memang keberadaan tulisan tersebut karena unsur ketidaktahuan atau ketidaksengajaan. "Tentunya ini adalah tugas dari ulama untuk mewujudkan itu. Kami pemuda Ansor siap mengawal," katanya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember ini meminta kader Ansor serta masyarakat sempat untuk berpikir jernih dan tidak kagetan dalam menyikapi hal tersebut. "Sikap menyerahkan sepenubnya kepada aparat penegak hukum adalah sikap yang baik. Tidak harus turun jalan sendiri," tambahnya.

Ayub juga menghormati langkah hukum yang ditempuh oleh Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur yang melaporkan kasus tersebut ke Polda Jatim. "Itu adalah hak masing-masing. Biarkan aparat hukum yang bekerja menyelesaikan persoalan ini. Dan masyarakat harus berpikir jernih, jangan terprovokasi apapun," pungkasnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini