nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Serba-serbi Kuliah Kedokteran

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis · Jum'at 29 Januari 2016 05:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 01 28 65 1299623 serba-serbi-kuliah-kedokteran-QRxQBGUJWN.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Setiap tahun, Ilmu Kedokteran menjadi jurusan favorit dalam berbagai seleksi mahasiswa baru. Peminat kuliah kedokteran memang tinggi, dan tidak terbatas pada kampus negeri saja.

Nah, jika kamu berencana mengambil studi kedokteran, simak berbagai informasi tentang bidang tersebut seperti dirangkum Okezone berikut ini.

Masa studi

Seperti halnya pendidikan sarjana di jurusan lain, kuliah S-1 kedokteran butuh empat tahun masa studi. Setiap fakultas kedokteran juga memiliki sistem pendidikan berbeda, ada yang menerapkan blok, ada yang memakai sistem kredit semester (SKS). Meski demikian, mata kuliah yang dipelajari umumnya sama.

Banyak Hafalan

Kuliah kedokteran menuntut mahasiswanya mampu menghafal banyak materi kuliah, misalnya anatomi tubuh dan fungsinya serta obat-obatan. Enggak lucu kan kalau dokter selalu membuka buku saat sedang memeriksa pasiennya?

Praktikum

Selain banyak menghafal, kuliah kedokteran juga diisi berbagai praktikum di laboratorium. Mahasiswa kedokteran harus akrab berkutat dengan mikroskop, preparat, hingga kadaver alias mayat yang dijadikan alat belajar anatomi.

Tahapan studi

Umumnya, mahasiswa kedokteran menjalani tiga tahapan studi untuk mendapat gelar dokter.

Kuliah umum

Di tahap awal perkuliahan, mahasiswa kedokteran menjalani kuliah seperti umumnya mahasiswa di jurusan lain. Mereka harus menjalani perkuliahan di berbagai mata kuliah dasar umum (MKDU) seperti bahasa Indonesia, bahasa Inggris, hukum, agama, etika, kewarganegaraan dan statistik.

Preklinik

Di periode ini, mahasiswa kedokteran mulai mempelajari berbagai mata kuliah biomedik dasar. Di antara mata kuliah tersebut adalah mikrobiologi, parasitologi, patologi, dan farmakologi. Ada juga mata kuliah preklinik dan klinik yang lebih canggih seperti neurologi, penyakit dalam, mata, kejiwaan dan bedah.

Mahasiswa kedokteran lalu menjalani ujian dan prosedur kelulusan lain sesuai kebijakan kampus masing-masing. Setelah lulus, mereka menjadi sarjana kedokteran.

Koas

Periode ini juga dikenal sebagai tahap klinik. Sarjana kedokteran yang baru lulus harus menjalani periode koas di rumah sakit pendidikan yang dimiliki kampus. Syaratnya, mereka harus lulus pada tiga jenis yaitu tes tertulis kasus klinis, ujian praktikum, dan ujian kemampuan klinis dasar.

Dokter muda sudah memiliki cukup kompetensi untuk menemui pasien karena mereka telah menjalani berbagai ujian sebelum masuk masa koas. Lama koas sendiri tergantung kebijakan perguruan tinggi, namun rata-rata sekira dua hingga tiga tahun. Usai koas, para dokter ini bisa meneruskan pendidikan spesialis atau berpraktik sebagai dokter umum.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini