nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menikmati Proses Panjang Menjadi Dokter

Iradhatie Wurinanda, Jurnalis · Sabtu 30 Januari 2016 16:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 01 30 65 1300893 menikmati-proses-panjang-menjadi-dokter-3yKS5KMCRd.jpg Foto: Ilustrasi (Shutterstock)

JAKARTA - Menjadi dokter bukanlah perkara mudah. Bagaimana tidak, profesi ini mengandung banyak risiko, salah satunya menyangkut nyawa dan keselamatan seseorang.

Untuk menjadi dokter, seorang mahasiswa kedokteran harus menempuh proses yang lebih panjang dibandingkan jurusan lainnya. Setelah lulus sebagai sarjana kedokteran dengan masa studi paling cepat 3,5 tahun, mereka masih harus menjalani masa co-assistant (koas) selama dua tahun, mengikuti uji kompetensi, jadi dokter magang selama setahun, baru bisa mendapat izin praktik atau bekerja di rumah sakit (RS).

"Proses jadi dokter lama, jadi pasti sempat ngeluh juga. Tapi dijalani saja dengan enjoy. Karena dari awal sudah memilih mau di bidang ini, jadi harus terima risikonya," ujar seorang dokter muda, Rizkia kepada Okezone.

Trik jitu Rizkia menangkis rasa lelah adalah dengan melihat kembali komitmen. Hal tersebut membuatnya tak pantang menyerah, bahkan merasa antusias untuk mempelajari setiap materi yang diberikan.

"Dari pertama kuliah di fakultas kedokteran (FK), semua pelajaran ditunggu-tunggu. Soalnya kan itu satu kesatuan," ucapnya.

Sensasi saat menjalani kuliah dengan koas, menurut dia, sangat berbeda. Cewek yang sedang menjalani koas di RS Militer Dustira Cimahi ini mengatakan, sempat merasa takut gagal, apalagi harus menghadapi pasien sungguhan.

"Kalau di sarjana kedokteran belajarnya pakai manekin, jadi kalau gagal bisa diulang lagi. Awalnya deg-dengan pas menghadapi pasien. Tapi, rasa itu kalah sama keinginan kita buat menyembuhkan mereka," tuturnya.

Meski baru setahun koas, sarjana kedokteran dari Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) ini sudah mendapatkan berbagai pengalaman yang menarik dalam menghadapi pasien.

"Paling suka di bagian anak karena lucu-lucu. Kadang ikut sedih, kasihan sama mereka masih kecil. tapi aku berusaha profesional," tukasnya. (ira)

(rfa)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini