Dinilai Melanggar Moral, Hamas Eksekusi Salah Satu Komandannya

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Senin 08 Februari 2016 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2016 02 08 18 1306946 dinilai-melanggar-moral-hamas-eksekusi-salah-satu-komandannya-nR0xWqv22X.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

GAZA – Kelompok militan yang menguasai jalur Gaza, Hamas, mengonfirmasi mereka telah mengeksekusi salah satu komandannya. Pria itu dianggap melakukan kejahatan dan melanggar moral.

Dalam akun Twitter-nya Hamas menyatakan telah mengeksekusi Mahmoud Eshtewi setelah dia mengakui perbuatannya. Hamas menyatakan keputusan untuk membunuh Eshtewi sesuai dengan pengadilan militer dan agama.

Eshtewi merupakan anggota sayap militer Hamas di Gaza. Pria itu telah berada di tahanan sejak Januari 2015. Sejak 2007, Hamas mengambil alih Gaza dari tangan pasukan yang loyal terhadap Presiden Mahmoud Abbas. Sejak itu, Hamas membunuh puluhan warga Palestina yang dianggap sebagai mata-mata Israel.

Diduga alasan dibalik pembunuhan Eshtewi karena dirinya dianggap sebagai mata-mata Israel. Saudarinya yang bernama Buthaina menyatakan sangat terkejut dengan kematian Estewi. “Dia tidak bisa dieksekusi hanya dengan alasan yang diungkapkan Hamas. Mereka sudah menipu kami,” ujar Buthaina, sebagaimana dilansir ABC News, Senin (8/2/2016).

Kerabat Eshtewi menyatakan mereka hanya diperbolehkan menjenguknya tiga kali selama berada di dalam tahanan. Mereka menilai Eshtewi tidak bersalah atas tuduhan sebagai mata-mata seperti yang dikatakan Hamas.

Pemerhati Hak Asasi Manusia (HRW) menyatakan akan mengikuti kasus Eshtewi karena muncul laporan dari keluarga korban bahwa dirinya mendapatkan siksaan selama berada di tahanan. Direktur HRW Sari Bashi mengatakan kelompoknya tak bisa menjenguk Eshtewi namun keterangan dari keluarga sudah cukup menjadi bukti.

Berdasarkan keterangan keluarga Eshtewi juga terungkap bahwa Hamas secara konsisten menangkap dan menyiksa orang-orang yang menyampaikan kritik. Bashi mendesak Hamas untuk menyelidiki dan mengendalikan pasukan keamanan mereka untuk mencegah kasus serupa muncul di masa depan.

(wab)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini