nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Meliput di Lapangan hingga Jadi Jubir Jusuf Kalla

Feri Agus Setyawan, Jurnalis · Selasa 09 Februari 2016 11:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 02 09 337 1307662 meliput-di-lapangan-hingga-jadi-jubir-jusuf-kalla-ojFpSD23zb.jpg Foto: Okezone

JAKARTA – Tak semua wartawan memang, menerima kekerasan hingga berujung kematian dalam aktivitas peliputannya. Setidaknya ada beberapa wartawan yang menjalin hubungan baik dengan si narasumber, seperti yang dialami, Husein Abdullah, Juru Bicara Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Husein atau yang biasa disapa Uceng mengawali karir wartawannya di stasiun televisi RCTI pada tahun 1992. Dia mengaku, mengenal JK sejak mahasiswa saat aktif di kelompok studi dan Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI). Ketika itu, JK sering hadir jika ada kegiatan mahasiswa tersebut.

“Saya makin dekat dengan Pak JK saat jadi wartawan RCTI,” ujar Uceng saat berbincang dengan Okezone belum lama ini.

Uceng menceritakan, kedekatannya dengan orang nomor dua di republik itu berawal saat dirinya diundang liputan oleh salah satu anak perusahaannya. Saat itu, salah seorang dari panitia acara ingin memberikan uang pengganti transport karena sudah datang meliput, namun dirinya menolak.

Rupanya menolak untuk menerima ‘amplop’ yang disodorkan panitia diketahui JK. Sehingga, lanjut Uceng, Ketua PMI itu langsung memanggil dirinya ke kantornya lantaran respect untuk memberi ucapan selamat.

“Waktu itu Pak JK berpesan, ‘kamu jangan berubah ya, tetap jaga itu’. Sejak saat itu makin kenal dan sering mengundang liputan atau menghadiri acara di kediamannya di Jalan Haji Bau, Makassar,” tutur Uceng menceritakan awal kedekatannya.

Menurut dia, kedekatan dengan JK memang terjalin melalui aktivitas peliputan yang dirinya lakukan. Saat masih menjadi wartawan RCTI, dirinya mengaku banyak meliput konflik yang terjadi di Poso dan Ambon. Secara kebetulan, kedua konflik ini turut didamaikan oleh JK.

“Selama liputan tersebut saya banyak berkomunikasi dengan Pak JK termasuk mengikuti proses perdamaian yang dirintisnya. Termasuk membantu mencerahkan masyarakat yang terlibat konflik dengan pendekatan jurnalisme damai,” ungkap dia.

Tali komunikasi terus berlangsung, hingga saat menjelang Pilpres 2009, Uceng dihubungi JK yang ketika itu mencalonkan diri sebagai Presiden dari Partai Golkar. Menurut Uceng dirinya diminta untuk menjadi media officer mantan Ketua Umum Golkar itu.

“Saat itu saya sudah diangkat jadi Dirut SUN TV milik MNC Group membawa seluruh Indonesia Timur. Tahun 2009 saya sempat izin sama Pak Hary Tanoe waktu dipanggil Pak JK. Lalu saya mundur,” ujarnya.

Meskipun gagal ketika itu, Uceng tetap setia mendampingi JK saat menjadi Ketua PMI hingga akhrinya kembali menjadi Wapres mendampingi Presiden Joko Widodo. Menurut Uceng, dirinya kemudian menjadi Juru Bicara setelah JK resmi menjadi Wapres.

“Prosesnya biasa saja (saat diangkat menjadi Wapres), karena sebelumnya saya sudah media officer sejak 2009 jadi lanjut saja dan diformalkan (menjadi Jubir),” tutupnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini