nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cuaca Ekstrem Pengaruhi Jumlah Pengangguran di Kulonprogo

Kuntadi, Koran SI · Selasa 09 Februari 2016 16:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 02 09 510 1307967 cuaca-ekstrem-pengaruhi-jumlah-pengangguran-di-kulonprogo-Inmkiq1c3E.jpg Foto ist

KULONPROGO – Jumlah pengangguran di Kabupaten Kulonprogo pada 2015 meningkat. Data yang ada di Badan Pusat Statistik (BPS) Kulonprogo, pengangguran terbuka pada 2015 mencapai 8.966 orang atau 3,72 persen. Dibandingkan tahun 2014, terjadi peningkatan karena saat itu hanya tercatat 7.005 orang atau 2,88 persen.

“Memang tahun 2015 ada peningkatan,” ujar Kasi Statistik Sosial BPS Kulonprogo, Hamdani Murda.

Peningkatan ini, ia mengungkapkan, tidak lepas dari kondisi cuaca ekstrem karena sebagian besar warga bermataha pencaharian sebagai petani. Hal ini berpengaruh terhadap kegiatan di sektor pertanian. Musim kemarau panjang banyak membuat petani menganggur karena tidak bisa menggarap lahan.

“Sebagian besar mata pencaharian di sektor pertanian. Musim kemarau dan kekeringan membuat produksi pertanian cenderung lesu dan petani lebih banyak menganggur daripada menggarap lahan,” ujarnya.

Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinsosnakertrans mengatakan, dari data di kantornya, pada 2014 ada 129.957 orang atau 58,19 persen yang bekerja di sektor pertanian. Kemarau memang membuat petani tidak bisa melaksanakan kegiatan. Hal ini juga telah disurvei dan kondisi ini bisa dikategorikan sebagai pengangguran.

Faktor lain yang menyebabkan peningkatan ialah kondisi perekonomian global yang memburuk. Hal ini berpengaruh pada penurunan nilai tukar rupiah yang berdampak terhadap perusahaan.

“Memang PHK tidak ada di Kulonprogo, tetapi banyak di daerah lain,” ucapnya.

Untuk menekan jumlah pengangguran, Dinsosnakertrans Kulonprogo sudah melakukan berbagai upaya, mulai dari menjalin kerja sama dengan perusahaan lokal dan nasional, hingga pelayanan penempatan tenaga kerja. Namun, tetap saja tidak semua angkatan kerja yang tersedia bisa terserap. Mereka yang berusia di atas 30 tahun tidak diminati perusahaan.

“Perusahaan lebih suka mencari fresh graduate,” ujarnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini