nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ibu dan Anak Terkapar Usai Ditusuk OTK

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Kamis 11 Februari 2016 18:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 02 11 525 1309900 ibu-dan-anak-terkapar-usai-ditusuk-otk-EvMCJKrUUt.jpg Foto: Illustrasi Okezone

BOGOR - Seorang ibu rumah tangga, Yunida dan putrinya, Sarah (7) mengalami luka-luka setelah di tusuk orang tak dikenal (OTK) di rumahnya di Perumahan Taman Kenari, RT 01 RW 13, Desa Puspasari, Kecamatan Citeurep, Kabupaten Bogor.

Keduanya mengalami luka parah di bagian perut dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Sentra Medika untuk mendapatkan pertolongan. Sedangkan pelaku yang melarikan diri masih kini dalam pengejaran petugas.

Kapolsek Citeurep, Kompol Muhammad Chaniago mengatakan peristiwa tersebut bermula saat korban Yunida sedang menyisir rambut putrinya Sarah yang hendak berangkat sekolah sekira pukul 08.30 WIB.

Tiba-tiba seorang pria tak dikenal masuk ke dalam rumah dan langsung melakukan penganiayaan dengan cara menusukan pisau dapur berkali-kali ke tubuh korban.

"Pelaku menggunakan kaos merah, dan training merah sambil menutupi wajahnya dengan masker langsung menusuk korban menggunakan pisau dapur secara membabi buta," kata Chaniago kepada wartawan, Kamis (11/2/2016).

Melihat kejadian tersebut, putranya, Steven (9) mencoba melawan pria tersebut dengan cara memukulnya sambil berteriak minta tolong. Pelaku yang panik teriakannya didengar warga sekitar, langsung berusaha melarikan diri.

"Korban Yunida mengalami luka tusuk di perut kiri dan bawah serta di paha. Sedangkan putrinya Sarah mengalami luka tusuk di dada sebelah kiri sekarang keduanya sudah di rumah sakit," jelasnya.

Polisi yang datang melakukan olah TKP, tidak menemukan adanya barang berharga milik korban yang hilang dari dalam rumah. Polisi kini masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi terkait peristiwa tersebut.

"Dugaan kuat keduanya murni korban penganiayaan. Karena tidak ada barang korban yang hilang. Kita masih lakukan pengejaran terhadap pelaku," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini