Image

KPAI: Remaja Salah Persepsi soal Valentine

Regina Fiardini, Jurnalis · Senin 15 Februari 2016 06:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 02 15 337 1311992 kpai-remaja-salah-persepsi-soal-valentine-vj36dHJIr0.jpg Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA - Valentine atau hari kasih sayang kerap dilakukan remaja untuk hura-hura bahkan hingga melakukan pesta seks. Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Arist Merdeka Sirait menyayangkan, sikap remaja yang salah persepsi dalam memaknai hari kasih sayang tersebut.

"Ini kan salah mengartikan valentine, itu kan hari kasih sayang, bukan kebebasan kasih sayang. Seharusnya saling menghormati, saling curi perhatian, saling membangun kepercayaan, bukan justru dipahami sebagai seks bebas. Itu salah memberi arti, salah diterjemahkan," beber Arist saat dihubungi Okezone, Minggu (15/2/2016).

Ia juga menyayangkan sikap remaja yang justru melampiaskan libido mereka di hari penuh kasih sayang itu. Saat disinggung, apakah mereka terpengaruh budaya barat, Arist membantah hal tersebut. Menurutnya, perayaan Valentine yang dilakukan negara di Eropa sana lebih kepada berbagi bunga ataupun coklat di pinggir jalan.

"Bukan budaya barat, yang lebih liberal justru Asia termasuk Indonesia. Liat saja remaja berkerudung saja kadang suka cium-ciuman di pinggir jalan. Di sini perayaan Valentine kita pergi ke kafe, joget-joget, kenapa enggak bagi bunga?," sindir Arist.

Saat disinggung, perlukah pemerintah turun tangan dengan menerbitkan undang-undang. Arist mengaku, tidak setuju. Baginya, undang-undang tidak akan menyelesaikan perkara itu.

"Saya kira enggak perlu ada aturan, ini kan sama saja seperti pemerintah mengatur orang punya keyakinan. Nanti kalau ada aturan apa sih negara ini semua diatur, urusan di tempat tidur saja diatur jadi tidak ada kebebasan lagi. Kalau orang tidak punya nilai moral, nilai agama semua akan hancur," jelasnya. 

Menurutnya, keluarga lah yang perlu berperan memberikan penjelasan kepada anak tentang makna Valentine seperti apa. 

"Itu mesti dibangun dari rumah, kasih sayang itu apa sih? Keluarga harus menanamkan nilai. Bagaiman fungsi keluarga menyayangi tentang nilai jadi nggak perlu ada larangan ini itu. Anak-anak kehilangan orientasi karena kehilangan pemahaman," tutupnya.

(fds)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini